Bendungan Siasem Sungai Apur DI Ploro Rusak Parah, Petani Terancam Gagal Panen
×

Adsense

Adsense Mobile

Bendungan Siasem Sungai Apur DI Ploro Rusak Parah, Petani Terancam Gagal Panen

Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:00 WIB Last Updated 2022-01-15T03:19:16Z


loading...

Bendungan Siasem Sungai Apur DI Ploro Rusak Parah
Bendungan Siasem Sungai Apur DI Ploro Rusak Parah.

Purworejo, MJNews.id - Bendungan Siasem merupakan bendung pembagi air irigasi untuk kebutuhan para petani diwilayah Desa Pogung Kalangan dan Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Bengam ini rusak parah sehingga area sawah yang ada di kedua desa terancam gagal panen.

Bendung Siasem DI Ploro sebagai pusat pembagi air dari sisa atau buangan DI Kedung Putri saat ini tidak bisa digunakan secara maksimal karena bangunan bendung yang direhab pada 1988 sampai saat ini belum pernah ada perhatian dari dinas terkait.

Berbagai upaya permohonan perbaikan sudah dilakukan Pemdes Pogung Kalangan melalui dinas terkait, akan tetapi belum ada tanggapan. Bahkan Pemdes sudah pernah bersurat ke Balai besar BWWSO juga tidak ada tanggapan.

Pada Sabtu 15 Januari 2022 hari ini, Pemdes bersama dengan masyarakat melakukan upaya penambalan bagian bagian yang bocor dengan tanah yang dimasukkan ke dalam kantong (bagor) serta patok kayu sebagai penyangga agar tidak longsor lagi.

Mbah Amin, salah seorang petani Desa Pogung Kalangan mengatakan bahwa para petani di Desa Pogung  dan Krandegan sampai Secang kesulitan mendapatkan air karena jalur atau saluranya sudah rusak parah.

"Bahkan tanah warga yang ada di sisi saluran tergerus dan hilang," katanya.

"Kalau ini tidak segera ditangani, saya khawatir sawah-sawah di daerah Pogung dan sekitarnya akan gagal panen," ungkapnya.

Kepala Desa Pogung Kalangan, Sukarmi mengatakan bahwa masalah rusaknya bendung Siasem sudah sering diusulkan pembangunannya melalui Musrenbang tingkat Kecamatan maupun tingkat Kabupaten, tetapi selalu terabaikan.

Bendung Siasem adalah kewenangan "Dinas Pengairan Kabupaten bukan kewenangan Desa sehingga Pemdes tidak bisa mengganggarkan dana guna perawatan atau pembangunannya," jelasnya.

Dari Dinas Pengairan melalui petugas kemantren juga sudah paham betul kondisi saluran sungai apur, tetapi juga belum ada perhatian.

Petani sudah merasa capek mengusulkan perbaikan bendungan dan hanya bisa pasrah dengan keadaan saat ini.

(fix)

Iklan Kiri Kanan

Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update