Bupati Agam Letakkan Batu Pertama Pembangunan Surau Baru di Aro Kandikia
×

Adsense

Adsense Mobile

Bupati Agam Letakkan Batu Pertama Pembangunan Surau Baru di Aro Kandikia

Minggu, 09 Januari 2022 | 06:30 WIB Last Updated 2022-01-09T18:09:53Z



Pembangunan Surau Baru di Aro Kandikia
Bupati Agam Letakkan Batu Pertama Pembangunan Surau Baru di Aro Kandikia.

Tilatang Kamang, Mjnews.id - Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman, MM letakkan batu pertama pembangunan surau baru, di Jorong Aro Kandikia, Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Sabtu (8/1/2022).

Peletakan batu pertama ini juga dilakukan perwakilan Gubernur Sumbar, Mardison dan anggota DPRD Sumbar, Ismet Aziz.

Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman berharap, setelah peletakan batu pertama ini, dalam jangka waktu tidak lama surau baru sudah selesai dan bisa segera dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah.

“Kita yakin surau ini bisa cepat selesai, melihat semangat masyarakat yang begitu tinggi dalam pembangunan ini,” ujarnya.

Ia melihat, memang bangunan surau yang lama sudah tidak layak, karena banyak kerusakan- kerusakan terdapat di bangunan itu.

“Kita melihat beberapa kerusakan di bangunan surau lama, sehingga sudah seharusnya untuk diperbaharui,” sebutnya.

Jika ini sudah selesai, katanya, selain untuk sarana ibadah surau baru juga dapat dijadikan sebagai pusat keagamaan dan pendidikan, dalam membentuk karakter generasi.

Perwakilan Gubernur Sumbar, Mardison menyebutkan, dalam membangun rumah ibadah bisa berdayakan potensi lokal, mulai dari orang yang sukses dulunya pernah mengaji di surau ini.

Kemudian sistem badoncek katanya, juga bisa dimaksimalkan, belum lagi gubernur dan bupati berasal dari nagari ini, sehingga jadi peluang bagi masyarakat untuk dapat dukungan. Termasuk pada anggota DPRD baik Agam maupun Sumbar.

“Maka kita minta panitia untuk merancang kontruksi bangunan dengan baik, jangan nanti setelah selesai ada pembongkaran- pembongkaran,” pintanya.

Sementara itu, ketua pembangunan surau baru, M. Tuangku Diaro menjelaskan, pembangunan surau baru ini dilakukan di lokasi surau yang lama karena bangunannya sudah banyak rusak.

“Kerusakan terjadi retaknya dinding bangunan, atap bocor, dinding miring sehingga pintu susah dibuka dan lainnya,” terangnya.

Dengan begitu, masyarakat bersama seluruh pihak sepakat untuk bangun surau baru, agar rumah ibadah ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

“Kita berharap dukungan untuk kesuksesan pembangunan surau ini, sesuai rancangan konstruksi bangunan akan menelan biaya sekitar Rp530 juta,” katanya.

(emg)

Iklan Kiri Kanan

Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update