Guest House Tambasa Malalo Makin Lengkap dengan Kafe Segala Duo

Asrial Chaniago Dt. Tambasa bersama anak yatim di Malalo Tigo Jurai
Pemilik Guest House Tambasa Malalo, Asrial Chaniago Dt. Tambasa ketika peresmian Kafe Segaldu bersama anak yatim di Malalo Tigo Jurai. (f/ist)

Malalo, Mjnews.id – Objek wisata Guest House Tambasa di Nagari Guguk Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat terus melakukan inovasi dengan melengkapi fasilitas Kafe Segala Duo (Segaldu).

Kafe Segaldu sediakan aneka makanan dan minuman dengan citarasa milenial itu merupakan fasilitas baru yang disediakan bagi pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Owner Guest House Tambasa, Asrial Chaniago Dt. Tambasa ketika ditemui di sela-sela peresmian Kafe Segaldu, Selasa (22/02/2022) menyebutkan, penamaan Kafe Segaldu terinspirasi dari tanggal peresmiannya yang merupakan serba angka dua.

“Sebenarnya, ide untuk mendirikan kafe di sini (Tambasa, Red) berasal dari pengunjung yang datang ke sini. Apalagi, pengunjung tidak dipungut biaya masuk dan hanya bersifat infak untuk operasional masjid,” sebut Asrial yang merupakan pensiunan Bank Bukopin itu, seperti dikutip rakyatsumbar.id.

Untuk menu sendiri, lanjutnya, kategori jajajan mie, ada mie goreng mentai, mie goreng cheese sauce, mie goreng salt egg, mie goreng sambal math, mie goreng rempah dengan harga rata-rata Rp10 ribu.

Untuk jenis aneka kentang goreng ada variasi saus for kidz mayo, bumbu tabur balado, saus keju, saus original mayo, saus coklat lumer, bumbu tabur sweet corn dan saus barbeque.

Baca Juga  Mendes PDTT Godok Formulasi Dana Desa untuk Jorong di Sumbar

“Untuk minuman, ada melon yakult, orange Yakult, coco yakult, cappucino milk vla, orange sparkling, melon sparkling, red italion soda, green italion soda, coco sparking dan americano vla, dengan harga Rp10 ribu. Di sini kita juga menyediakan ayam geprek balado dengan harga Rp15 ribu dan cukup terjangkau untuk wisatawan,” jelasnya.

Dalam peresmian Kafe Segaldu, jelas Asrial, pihaknya menggelar syukuran dengan mengundang anak yatim sekaligus menyampaikan kepada mereka, 51 persen keuntungan dari Kafe Segaldu akan disumbangkan untuk biaya pendidikan anak yatim di Malalo.

“Menyisihkan 51 persen keuntungan Kafe Segaldu ini, memang sudah menjadi kesepakatan kita dari pengelola objek wisata di Malalo. Bukan hanya Guest House Tambasa, tetapi juga Malalo Hotel Manajemen yang menjadi wadah dari pengelola objek wisata di Malalo,” ungkapnya.

Malalo Hotel Management

Keinginan Asrial Chaniago mendirikan Guest House Tambasa, juga diikuti sejumlah perantau lainnya dari Malalo Tigo Jurai. Dimana, saat ini juga sedang dalam tahap pembangunan Guest House Tan Kayo yang tidak jauh dari Tambasa.

Baca Juga  Sukria Gaos: Sumbar Butuh Panti Rehabilitasi Gratis untuk Pecandu Narkoba

“Alhamdulilah, kehadiran Tambasa ini menjadi spirit dari perantau lainnya untuk membangun objek wisata dan mengelola sumber daya alam di Malalo Tigo Jurai ini. Apalagi, selama ini potensi itu belum terkelola dengan baik,” urainya.

Setidaknya, beber Asrial didampingi Tokoh Pemuda Malalo Apriadi dan Ardiansyah, pengelola objek wisata sudah sepakat membentuk Malalo Hotel Management (MHG) sebagai wadah pengelolaan objek wisata di daerah itu.

“MHG ini, nantinya yang akan menjadi wadah dalam mengatur tentang persamaan harga antar objek wisata dan berbagai kebijakan lainnya sehingga tidak ada kesan perang harga antara objek wisata yang satu dengan yang lainnya,” ungkapnya.

Ditambahkan Apriadi, untuk objek wisata Tan Kayo yang berjarak satu kilometer dari Tambasa, memiliki kamar penginapan lebih banyak dari Tambasa. Dimana, Tambasa hanya memiliki dua kamar, nanti di Tan Kayo akan ada sekitar 15 kamar dan arena permainan.

(***)