PU dan PSDA Pessel Segera Perbaiki Tebing Sungai dan Jalan Terban di IV Koto Hilia
×

Adsense

Adsense Mobile

PU dan PSDA Pessel Segera Perbaiki Tebing Sungai dan Jalan Terban di IV Koto Hilia

Jumat, 07 Januari 2022 | 15:30 WIB Last Updated 2022-01-07T08:30:00Z


loading...

Tebing Sungai dan Jalan Terban di IV Koto Hilia
Tebing Sungai dan Jalan Terban di IV Koto Hilia, Pesisir Selatan.

Pesisir Selatan, Mjnews.id - Jalan terban yang digerus sungai di Kampung Jalamu Induring, Kenagarian IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) akan segera diperbaiki. Meski demikian, pihak nagari meminta agar kawasan terban tersebut dapat dibangun dengan memasang batu jeti.

Kabar itu disampaikan Wali Nagari IV Koto Hilia, Satria Darma Putra, Kamis (6/1/2022), usai menerima kunjungan dinas terkait yang langsung memantau dan mengukur panjang jalan terban.

"Iya, nanti segera dibuat pengaman tebingnya. Sebab, Rabu (5/1/2022) kemarin sudah ditinjau PU dan PSDA untuk mengukur volumenya. Mudah-mudahan segera diperbaiki," jelas Satria meyakinkan.

Melihat kondisi tebing sungai yang terus runtuh dan mengikis separuh badan jalan itu, kata Satria, dinas terkait diminta untuk dapat membangun pengaman tebing secara permanen.

Ia meminta pada lokasi terban tidak lagi dibangun bronjong. Tetapi, harus dipasang batu jeti dengan bangunan permanen. Sehingga, nantinya dapat bertahan lama dan tidak mudah runtuh.

Pasalnya, beberapa pengalaman sebelumnya, pada kawasan lain yang terjadi terban, bangunan bronjong sering runtuh. Untuk itu, agar tidak bekerja dua kali dan memaksimalkan pembangunan, jalan terban di Induring sudah seharusnya di pasang batu jeti.

"Kondisi sekarang, kami melihat, tebing yang runtuh itu sudah menjadi tumpuan air. Air yang mengalir dari hulu langsung lurus menghantam," katanya.

Pengamanan tebing tersebut diusulkan untuk dipasang batu jeti sepanjang 40 meter. Lanjut dia, dinas PU dan PSDA sedang mempersiapkan perencanaan untuk pembangunan pengaman tebing.

Justru itu, masyarakat diminta untuk bersabar sambil menunggu pelaksanaan pembangunan tebing.

'Kita berharap, dalam waktu dekat di tahun 2022 ini, jalan terban ini sudah diperbaiki. Biar akses masyarakat jadi lancar. Baik untuk aktifitas ekonomi maupun bagi anak-anak ke sekolah," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Sepanjang dua puluh meter jalan Kampung Induring, Kenagarian IV Koto Hilia, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan (Pessel) terban dihantam arus sungai. Peristiwa ini sudah terjadi dua bulan lalu. Namun, hingga kini, Sabtu (27/11/) belum ada upaya perbaikan dari pemerintah terkait.

"Padahal, jalan ini adalah akses utama masyarakat untuk beraktifitas. Terlebih bagi anak-anak sekolah, tidak ada jalan lain selain jalan yang sudah terban ini," jelas Rusli, warga setempat menyampaikan keluhannya kepada awak media.
 
Rusli sangat khawatir, seandainya jalan tersebut putus dan tidak bisa dilalui, maka ratusan jiwa di Kampung Induring akan terisolasi. Aktifitas ekonomi
masyarakat untuk keluar dan masuk kampung juga menjadi lumpuh.

Dari pantauan dilapangan, secara berangsur badan jalan yang terkikis sungai itu semakin parah. Hampir separuh badan jalan sudah rusak dan perlu upaya cepat sebelum akses warga dan anak-anak ke sekolah terputus.

"Justru itu, kami menyampaikan aspirasi, kalau dapat segera diperbaiki jalan terban ini. Tolong lihat, kerusakannya bertambah parah. Jangan dibiarkan begitu saja," ujarnya.

Wali Nagari IV Koto Hilia, Satria Darma Putra mengatakan peristiwa jalan terban yang sudah mengikis badan jalan tersebut sebelumnya sudah pernah disampaikan kepada dinas terkait di Kabupaten.

Akan tetapi, pihaknya belum menerima informasi kapan upaya perbaikan dapat dilakukan. Setidaknya, kata Satria terdapat 50 Kepala Keluarga yang berdomisili di Kampung Induring.

"Waktu itu, kami sudah sampaikan, baik ke PSDA maupun BPBD. Sebab, kalau jalan terban seperti kawasan pinggir sungai ini bukan kewenangan kami di nagari," katanya.

Normalisasi Sungai 
Satria meminta agar Batang Sungai Induring tersebut dapat segera dinormalisasi. Pasalnya, masyarakat sudah lama menderita dengan kejadian banjir dari luapan sungai.

"Bahkan waktu banjir bandang tahun dulu, satu jembatan gantung di Dusun Salak putus. Hingga kini juga belum kunjung diperbaiki. Untuk sementara, anak-anak terpaksa menyeberangi sungai ke sekolah," tuturnya.

Untuk normalisasi sungai, lanjut dia, membutuhkan anggaran yang sangat besar. Terlebih panjangnya hingga 10 Kilometer. Setidaknya bakal menelan anggaran puluhan miliar rupiah.

Aspirasi warga terkait normalisasi tersebut juga ditanggapi oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesisir Selatan Daerah Pemilihan I (Batang Kapas-IV Jurai) Feby Rifli.

Feby menyebut aspirasi warga terkait normalisasi sungai itu sebelumnya sudah pernah disampaikan hingga ke pemerintah pusat. Sewaktu di Jakarta, dia pernah datang ke kantor kementrian PUPR dalam rangka mencarikan solusi atas permasalahan bencana banjir yang kerap melanda warga di Batang Kapas.
 
"Tapi, kita masih tersangkut kendala kewenangan. Kita berharap, peralihan kewenangan normalisasi sungai ke Provinsi ini dapat tuntas. Sehingga ada PP baru, dan menjadi dasar untuk kebijakan selanjutnya," ujarnya.

Sembari menunggu itu, masyarakat Batang Kapas, Khususnya di Nagari IV Koto Hilia diminta untuk bersabar serta selalu waspada dari segala potensi bencana.

(myd)

Iklan Kiri Kanan

Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update