Soal Drainase Terbengkalai di Bukittinggi, DPRD Gelar Rapat Dengar Pendapat Bersama Pemko
×

Adsense

Adsense Mobile

Soal Drainase Terbengkalai di Bukittinggi, DPRD Gelar Rapat Dengar Pendapat Bersama Pemko

Selasa, 04 Januari 2022 | 23:00 WIB Last Updated 2022-01-04T22:48:39Z



Proyek drainase yang terbengkalai
Proyek drainase yang terbengkalai.

BUKITTINGGI, Mjnews.id - Menyangkut mangkraknya pekerjaan drainase primer sepanjang 1,2 KM dan diputuskannya kontrak pekerjaan dengan PT. Inta Bhakti Utama yang mengerjakan poryek drainase tersebut oleh PUPR, ternyata mendapat perhatian serius bagi anggota DPRD Kota Bukittinggi.

Sebagai anggota DPRD, tentu harus menjalankan tugas dan fungsi sebagai pengawas kinerja Pemko. Langkah yang diambil DPRD adalah untuk melakukan rapat dengar pendapat bersama Pemko.

Salah seorang anggota DPRD dari Fraksi PKS dihubungi MJNews.id, di kantor DPRD menjelaskan, rapat dengar pendapat dengan Pemko adalah menyangkut pembangunan drainase primer yang terbengkalai, dan kemudian bagaimana kelanjutan pekerjaan, apa bisa dikerjakan di tahun sekarang (2022, Red) atau tidak, mungkin ada hal-hal lain yang akan dipertanyakan oleh anggota dewan lainnya kepada Pemko.

"Pertemuan rapat dengan pendapat antara DPRD dan Pemko akan dihadiri Walikota Bukittinggi Erman Safar dan Kepala Dinas PUPR Rahmat AE, berlangsung Rabu 5 Januari 2022 hari ini bertempat di gedung DPRD," ujar Ibnu Azis.

Proyek Drainase ini dibangun dalam kota menelan anggaran APBD Kota Bukittinggi sebesar Rp. 12,9 miliar, pemutusan kontrak kerja dengan PT. Inta Bhakti Utama pada 26 Desember 2021, alasan Kadis PUPR Rahmat AE disebabkan kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaan proyek drainase sesuai dengan kontrak yang telah disepakati.

"Ketika terjadi pemutusan kontrak, bobot pekerjaan baru 60 persen," ujar Rahmat AE.

Sementara Sekdako Bukittinggi, Martias Wanto saat mengunjungi kantor PWI perwakilan Bukittinggi, Senin 3 Januari 2022 kepada wartawan mengatakan, perintah walikota kepada SKPD terkait untuk segera melakukan pengkajian dan menyelesaikan sisa-sisa kerja kontraktor yang masih terbengkalai.

“Pemko sudah melakukan pengamanan spot atau lubang yang sudah digali, lalu membersihkan sisa timbunan tanah agar tidak mengganggu masyarakat pengguna jalan raya,” ujar Martias.

(Ril)

Iklan Kiri Kanan

Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update