Warga Kenyaen Rayakan Tahun Baru di Jembatan Gantung Semawung
×

Adsense

Adsense Mobile

Warga Kenyaen Rayakan Tahun Baru di Jembatan Gantung Semawung

Senin, 03 Januari 2022 | 09:00 WIB Last Updated 2022-01-03T14:16:07Z


loading...

Warga Kenyaen Rayakan Tahun Baru di Jembatan Gantung Semawung
Warga Kenyaen Rayakan Tahun Baru di Jembatan Gantung Semawung.

Purworejo, MJNews.id - Untuk memperingati pergantian tahun 2021 ke tahun 2022, lazimnya diperingati dengan acara bakar kembang api atau bakar ikan di tengah malam. Tapi berbeda dengan Warga Pedukuhan Kenyaen, Desa Semawung, Kecamatan Purworejo, Jawa Tengah yang mengadakan peringatan tahun baru dengan menggelar pentas seni dan senam kebugaran bersama.
Malam sebelumnya telah di adakan tasyakuran dengan cara tahlilan bersama.

Pada Minggu 2 Januari 2022, bertempat di Jembatan Gantung Desa Semawung tepatnya di area pasar tiban dekat jembatan gantung diadakan pentas seni kuda kepang dan senam kebugaran oleh ibu-ibu warga Desa Semawung. Acara tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan mampu menyedot pengunjung pasar tiban yang ada disana.

Jembatan gantung yang diidam-idamkan masyarakat Dukuh Kenyaen sejak berpuluh puluh tahun kini menjadi kenyataan dan menjadi kebanggaan warga juga masyarakat Semawung umumnya.

Jembatan gantung yang dibangun oleh masyarakat kini dijadikan destinasi wisata kuliner dan jajanan ala Desa, yang setiap hari minggu ramai dikunjungi para pelancong lokal.

Ketua Penyelenggara kegiatan Bontono atau yang akrab disapa mbah Bon mengatakan bahwa dengan adanya jembatan gantung masyarakat Dukuh Kenyaen dan sekitarnya merasa senang dan juga bangga, karena kecuali mempermudah lalu lintas warga juga menjadi lahan untuk mengais rezeki masyarakat sekitar jembatan.

"Sungguh ini menjadi wujud impian warga untuk bisa membangu jembatan gantung," ujarnya.

"Rasa syukur dan terima kasih kami warga Kenyaen tidak bisa diukur dengan materi. Semua itu tentu atas dukungan Pemerintah Desa juga warga masyarakat Desa Semawung semuanya," imbuhnya.

Slamet, salah satu tokoh masyarakat yang juga menjadi Perangkat Desa Semawung menjelaskan bahwa setiap hari Minggu ada pendapatan yang cukup lumayan banyak dari parkir dan iuran para pedagang yang semuanya dikelola warga Dukuh Kenyaen.

Dana tersebut digunakan untuk perawatan dan juga kebersihan. Semua dana yang diperoleh dicatat dan dilaporkan kepada warga secara transparan.

"Harapan saya, semoga jembatan gantung ini bisa dirawat dan dipelihara sebaik baiknya," ujarnya.

Tak lupa kami seluruh warga dukuh Kenyaen dan Semawung menyampaikan terima kasih kepada Pemdes dan juga Tim relawan Toni Rutiman dari Swiss yang telah membantu proses pembangunan jembatan gantung ini, terutama kepada Pak Yogo, Pak Taufik dan Pak Suntana yang telah membantu dan mengusahakan untuk bisa mendapatkan bantuan rangkaian jembatan gantung Toni Rutiman ini.

Cara mendapatkan bantuan tidaklah sulit, cukup dengan menghubungi tim relawan jembatan gantung. Setelah dilakukan survei dan pengukuran, tak lama kemudian disetujui dan dibangun," imbuhnya.

Ini menjadi jembatan ke 15 dari total 16 bantuan Toni yang ada di Purworejo.

(fix)

Iklan Kiri Kanan

Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update