Polda Sumbar Amankan Pelaku Illegal Logging dan Mining di Sijunjung dan Pasaman
×

Adsense

Adsense Mobile

Polda Sumbar Amankan Pelaku Illegal Logging dan Mining di Sijunjung dan Pasaman

Selasa, 29 Maret 2022 | 17:15 WIB Last Updated 2022-03-29T18:37:41Z


loading...

Polda Sumbar Amankan Pelaku Illegal Logging dan Mining
Polda Sumbar Amankan Pelaku Illegal Logging dan Mining di Sijunjung dan Pasaman. (f/humas)

Padang, MJNews.id - Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.Ik memantau apa yang disampaikan oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa Putra, SH. S.Ik. MH bahwa memberikan atensi tidak ada praktik illegal di Sumatera Barat.

“Bapak Kapolda Sumbar menegaskan Nol Toleransi terhadap Penebangan dan Penambangan Ilegal,” sebut Kombes Pol Satake Bayu Setianto saat konferensi pers di Polda Sumbar, Senin (28/3/2022).

Terkait penambangan ilegal, kata Kabid Humas, pelaku berdasarkan informasi akurat dari masyarakat. Kemudian pada hari Kamis dilakukan upaya kepolisian. “Tersangka dua dari Sijunjung dan dua dari Pasaman,” terangnya.

Tersangka di Sijunjung berinisial S (54) warga Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, dan S alias A (35) warga Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Untuk di Pasaman, tersangka MI (28) sebagai operator alat berat, warga Kelurahan Padang Tarok Baso, Kabupaten Agam. Kemudian S alias U, warga Kecamatan Koto Parik Gadang Kabupaten Solok Selatan.

Barang bukti yang ada, satu unit controller alat berat eskavator, sebuah timbangan, karpet, sebuah kunci alat berat, dua buah selang spiral warna biru, dan dua buah dulang.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Adip Rojikan, S.Ik menjelaskan, bahwa sesuai apa yang disampaikan Kapolda, tidak ingin ada segala macam praktik penambangan ilegal.

“Kami melakukan upaya tindakan hukum dengan 3 TKP. Yakni 2 di Pasaman dan 1 di Sijunjung,” ujarnya.

Dikatakan, sesuai dengan ketegangan dari Kapolda Sumbar tersebut, maka sulit membuktikannya dengan para pelaku penambangan ilegal yang berdampak pada lingkungan.

“Keempat tersangka akan kami proses hukum sesuai Pasal 158 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dalam Pasal 35 dengan ancaman 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 milyar rupiah,” tegasnya.

Untuk itu, lanjut Kombes Pol Adip Rojikan, tidak akan melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap praktik ilegal. “Jika akan ditindak tegas,” pungkasnya.

Terkait sudah berapa lama para pelaku melakukan aksinya, Dirreskrimsus menjelaskan masih melakukan tahapan pendalaman.

Sementara, terkait penggunaan merkuri, saat dilakukan penangkapan pelaku tambang emas tanpa izin, mereka melakukan penambangan dengan alat berat (eskavator) dan box.

“Jadi saat penangkapan tidak ditemukan adanya penggunaan mercure,” ujar Kasubdit IV Ditreskrimsus Kompol Firdaus.

(*/hms)

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update