Arus Kendaraan Meningkat, Menhub Himbau Masyarakat Tak Gunakan Motor untuk Mudik
×

Adsense

Adsense Mobile

Advertisement

Arus Kendaraan Meningkat, Menhub Himbau Masyarakat Tak Gunakan Motor untuk Mudik

Sabtu, 23 April 2022 | 19.30 WIB Last Updated 2022-04-23T12:46:07Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

tinjau kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran di gerbang tol Kalikangkung Semarang
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy didampingi Kakorlantas Polri, Irjen Polisi Firman Santyabudi meninjau kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran di gerbang tol Kalikangkung Semarang, Sabtu (23/4/2022). (f/humas)

SEMARANG, MJNews.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy didampingi Kakorlantas Polri, Irjen Polisi Firman Santyabudi meninjau kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran di gerbang tol Kalikangkung Semarang, Sabtu (23/4/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi di dampingi jajaran pejabat utama Polda Jateng dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Menteri Perhubungan menyampaikan peninjauan di gerbang tol Kalikangkung merupakan kali pertama saat arus mudik lebaran tahun ini.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukannya, jalur dalam maupun luar Bekasi merupakan jalur yang paling padat.

"Dalam analisa volume,capacity, ratio (VCR) yang tinggi. Seperti kita ketahui peningkatan dibandingkan tahun 2019 mencapai 40 persen. Hal ini menjadi keharusan kami memanage jalur dari Bekasi menuju Kalikangkung," jelasnya.

Menurut Budi Karya Sumadi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 28-30 April 2022.Sesuai arahan Presiden masyarakat agar dapat mudik lebih awal guna mengantisipasi volume kendaraan pada puncak arus mudik agar bisa berkurang.

"Selain itu pemudik yang biasa menggunakan sepeda motor sebaiknya tidak digunakan karena dirasa sangat berbahaya. Pemerintah telah mempersiapkan mudik gratis menggunakan bus, kereta maupun kapal. Masyarakat bisa mengangkut motor menggunakan modal transportasi yang di sediakan pemerintah untuk menjadi alternatif," paparnya.

Budi Karya Sumadi mengingatkan agar memeriksa kondisi arus lalu lintas di tempat wisata. Selain itu juga melakukan pengecekan armada bus pariwisata yang digunakan oleh para pengunjung.

"Biasanya bus tersebut jarang di Ram Check (diperiksa). Seharusnya kita melakukan law enforcement terhadap bus-bus yang tidak layak untuk keselamatan masyarakat," tutur dia.

Menko PMK Muhadjir Effendy menerangkan ada 4 variabel yang harus dikoordinasikan untuk menyukseskan mudik lebaran tahun 2022 yakni pertama tata kelola lalu lintas, dan ketersedian distribusi BBM.

Kedua kondisi covid 19 dan pelaksanaan vaksinasi. Masyarakat dapat terlebih dahulu melakukan vaksin booster sebelum melaksanakan mudik.

Ketiga ketersediaan bahan pokok dan penyaluran bantuan sosial. terakhir memwaspadai kemungkinan adanya bencana dan memperhatikan perilaku pemudik agar menjadi baik.

"Perilaku pemudik menjadi perhatian kami karena seringnya terjadi kecelakaan karena perilaku pemudik kurang bertanggung jawab, kewaspadaan tinggi," jelasnya.

Pada kunjungannya tersebut, pihaknya telah melihat simulasi penanganan mudik baik jalan tol, jalur pantura, jalur tengah maupun selatan. Sesuai arahan Presiden pemudik dapat melewati jalur-jalur alternatif.

"Saya menghimbau kepada para pemudik yang akan menuju arah selatan Jateng hendaknya dapat melewati jalur lintas selatan yang sudah dibangun pemerintah. Hal ini dapat mengurangi beban arus lalu lintas di jalur utama di jalur utara," imbuhnya.

Muhadjir meminta pemerintah daerah yang berada di wilayah selatan agar menyiapkan berbagai kebutuhan para pemudik.

"Sebab para pemudik bukan hanya ingin lancar saja. Mereka juga ingin rekreasi, dan kesan selama perjalanan. Jadi ketersedian kuliner, tempat rekreasi, dan penginapan harus dipenuhi," tuturnya.

Disisi lain ia mendukung kebijakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang akan menyiapkan kendaraan pengangkut sepeda motor. Hal bertujuan agar masyarakat Jateng hendak mudik ke wilayah lain dengan jarak tempuh jauh dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.

"Jadi pemudik dapat mengangkutkan motornya ke kendaraan yang disediakan. Pemudik dapat menggunakan transportasi umum untuk melakukan perjalanan mudik," tuturnya.

(Fix)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update