DPPKBP3A Pasbar Kembali Gelar FGD Perkuat Kemitraan Kampung KB
×

Adsense

Adsense Mobile

DPPKBP3A Pasbar Kembali Gelar FGD Perkuat Kemitraan Kampung KB

Sabtu, 30 April 2022 | 10:00 WIB Last Updated 2022-04-30T12:51:41Z


loading...

DPPKBP3A Pasbar Gelar FGD
DPPKBP3A Pasbar Kembali Gelar FGD. (f/kominfotik)

Pasbar, Mjnews.id - Dalam memperkuat kemitraan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Kabupaten Pasaman Barat, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Pasaman Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula Kantor DPPKBP3A, Rabu (29/4/2022) yang dihadiri oleh stakeholder terkait dan Narasumber Penyuluh KB Ahli Utama BKKBN RI, Nofrijal. 

Wakil Bupati Risnawanto yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berkomitmen untuk percepatan penurunan stunting.

“Tentu Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dengan berbagai upaya dan inovasinya berkomitmen untuk percepatan penurunan stunting. Hadirnya Penyuluh KB Ahli Utama BKKBN RI dan BKKBN Provinsi Sumatera Barat menunjukkan keseriusan komitmen itu,” kata Risnawanto. 

Lanjutnya bahwa Pemerintah Daerah saat ini sangat mendukung adanya kegiatan dalam hal percepatan Penurunan Angka stunting melalui program Kampung KB maka sangat relevan dengan visi Kabupaten Pasbar yaitu, terwujudnya masyarakat Kabupaten Pasbar yang lebih baik dan bermartabat. 

“Kita rancang sedemikian rupa Kampung KB ini, dan mau diapakan kampung KB kita ini kedepan, dan bagaimana cara kita supaya dapat membentuk kampung KB di nagari-nagari yang belum ada kampung KB nya,” sebutnya. 

Sementara itu, Kadis DPPKBP3A Anna Rahmadia menyampaikan tujuan utama pertemuan dengan kemitraan yang bergerak pada program Kampung Berkualitas (KB) ini sebagai bentuk komitmen bersama dan bersinergi dalam peningkatan Kampung Berkualitas (KB) di Kabupaten Pasaman Barat. 

“Diharapkan dengan penguatan kemitraan dan pemberdayaan kelompok masyarakat di Kampung KB ini, Kabupaten Pasaman Barat. menjadi motor percepatan penurunan stunting," katanya.

Menurutnya, agar tidak terjadi tumpang tindih, maka perlu saling untuk mengisi, dalam sinergi ini, semua pihak saling memberikan masukan dan sama-sama mendukung program penurunan angka stunting. 

"Saat ini di Pasaman Barat dalam rangka menurunkan angka stunting maka sudah dibentuk Kampung KB di setiap Kecamatan sebanyak 19 Nagari yang ada di Pasaman Barat sudah ditetapkan satu Kampung KB di setiap nagari," ujarnya.

Katanya, upaya yang dilakukan sudah dilakukan agar penurunan angka stunting semakin menurun di Pasaman Barat ditambah lagi dengan adanya kolaborasi dengan OPD terkait maka sangat terbantu dalam upaya tersebut.

Sementara Penyuluh KB Ahli Utama BKKBN RI, Nofrijal mengharapkan, dukungan dari Pemerintah Daerah terhadap upaya penguatan kemitraan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Kabupaten Pasaman Barat agar angka stunting menurun.

Sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan stunting, pihaknya telah me-launching Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dan itu fokusnya juga di Kampung KB. 

Dashat ini merupakan program dari BKKBN semata-mata untuk memberdayakan masyarakat kepada stakeholder tertentu untuk mengatasi stunting terutama kepada masyarakat ekonomi lemah. 

“Sasarannya juga ibu hamil, calon pengantin, balita, harapan kami saya semoga dengan output dari FGD ini untuk meluncurkan Kampung KB di Pasaman Barat sehingga terbantu akan masalah stunting," ungkapnya.

(ded)

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update