×

Adsense

Adsense Mobile

Pabrik Pengolahan Ikan akan Dibangun Investor di Selat Lampa Natuna

Selasa, 26 April 2022 | 04.00 WIB Last Updated 2022-04-25T21:00:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Ansar Ahmad terima kunjungan PT Big Marlin
Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad menerima kunjungan investor bidang perikanan PT. Big Marlin di Ruang Rapat Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (25/4/2022). (f/biro adpim)

KEPRI, Mjnews.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), H. Ansar Ahmad menerima kunjungan investor bidang perikanan PT. Big Marlin di Ruang Rapat Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (25/4/2022).

Kunjungan perusahaan asal Jakarta tersebut dalam rangka presentasi rencana pembangunan pabrik pengolahan ikan di Selat Lampa, Kabupaten Natuna. 

Tommy, Perwakilan Perusahaan PT. Big Marlin mengungkapkan telah mengajukan izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mendapatkan kuota tangkap sejauh 30 juta ke atas.

"Selanjutnya kita wajib membongkar muatan di Selat Lampa. Namun karena selain penyimpanan, kita juga berencana membangun pabrik pengolahan ikan maka membutuhkan area yang cukup besar" ujar Tommy.

Untuk itu PT. Big Marlin dalam kesempatan itu memohon Arahan Gubernur Ansar terkait dengan izin penggunaan lahan untuk keperluan pembangunan penyimpanan dan pabrik pengolahan.

PT. Big Marlin juga akan mengakomodir hasil tangkapan nelayan lokal. Nantinya semua hasil tangkapan akan diolah mulai dari daging fillet, bakso dan sosis ikan, hingga tepung ikan yang diolah dari tulang ikan.

Gubernur Ansar menanggapi hal tersebut mendukung sepenuhnya, karena menurut Gubernur, selama tidak ada fasilitas pengolahan ikan, sulit untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

"Untuk itu kita bantu fasilitasi, inventarisir izin-izin apa saja yang diperlukan. Intinya membantu nelayan lokal agar sama-sama menguntungkan. Belum lagi nanti ada dana-dana CSR dari perusahaan" ujar Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar menambahkan, selain itu juga menampung tangkapan nelayan lokal, rencana ini akan mendukung Natuna sampai saat ini masih minim investasi.

"Intinya memfasilitasi secepat mungkin. Jangan sampai ada lagi izin-izin yang terhambat," tutupnya.

(*/isb)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update