Wacana 3 Periode Masih Bergulir? Juru Bicara PKS: End Game!
×

Adsense

Adsense Mobile

Advertisement

Wacana 3 Periode Masih Bergulir? Juru Bicara PKS: End Game!

Sabtu, 23 April 2022 | 20.44 WIB Last Updated 2022-04-23T13:44:21Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Billboard Pipin Sopian
Billboard Pipin Sopian yang terpampang di Jl. Veteran - Sadang, Kabupaten Purwakarta, Jabar. (f/ist)

Jakarta, Mjnews.id - Juru Bicara PKS, Pipin Sopian menyatakan bahwa wacana penundaan pemilu yang berujung pada perpanjangan masa jabatan Presiden tiga periode harus diakhiri atau “Endgame”. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Billboard yang terpampang di Jl. Veteran - Sadang, Kabupaten Purwakarta, Jabar. 

Adanya seruan dari Koordinator Sekber Prabowo-Jokowi yang menyatakan bahwa Jokowi telah sukses memimpin Indonesia dua periode dan pantas diberi kesempatan melanjutkan kepemimpinannya dengan memasangkan Jokowi sebagai Wapres dengan Prabowo terlalu dipaksakan. Pasalnya sejumlah kebijakan pemerintahan Jokowi telah membuat masyarakat kian menderita.

“Wacana itu 3 periode terlalu dipaksakan. Berbagai kebijakan pemerintah saat ini membuat masyarakat kian sulit. Mulai dari kenaikan harga BBM, minyak goreng, kenaikan pajak hingga adanya rencana menaikkan tarif listrik dan LPG 3 Kg. Wacana memperpanjang jabatan Presiden 3 periode harus “Endgame” atau berakhir pada 2024,” tegas Pipin dalam keterangannya, Sabtu (23/4/2022).

Lebih lanjut, Pipin yang juga merupakan putera daerah Purwakarta ini menyoroti sejumlah kebijakan lain yang bermasalah, misalnya memaksakan memindakan Ibu Kota Negara (IKN).

“Pemerintah bersama DPR tampak tidak empati dan tidak memiliki skala prioritas pembangunan. Mega proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dipaksakan dikerjakan di tengah bangsa kita masih dilanda pandemi dan utang pemerintah yang kian membengkak. Per Maret 2022, utang pemerintah telah menyentuh Rp 7.052 Triliun,” lanjut Pipin.

Terakhir, Pipin menilai regenerasi kepemimpinan nasional 2024 harus berjalan untuk kesehatan demokrasi Indonesia.

“Seharusnya Presiden Jokowi menyatakan dengan tegas tidak akan maju sebagai Capres maupun Cawapres pada 2024 nanti. Sudah semestinya regenerasi kepemimpinan 2024 tetap berjalan demi menjaga kesehatan demokrasi Indonesia. Masih banyak tokoh-tokoh bangsa yang kredibel dan layak memimpin Indonesia. Masyarakat menginginkan pemimpin baru yang bisa menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, khususnya dalam menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkas Pipin.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update