Mengenal Tradisi Mambantai Sapi Lebaran di Agam
×

Adsense

Adsense Mobile

Mengenal Tradisi Mambantai Sapi Lebaran di Agam

Minggu, 01 Mei 2022 | 18:00 WIB Last Updated 2022-05-01T11:24:25Z


loading...

Tradisi Mambantai Sapi Lebaran di Agam
Tradisi Mambantai Sapi Lebaran di Agam. (f/amc)

Ampek Nagari, Mjnews.id - Masyarakat di sejumlah daerah di Kabupaten Agam masih mempertahankan tradisi penyembelihan sapi untuk lebaran yang disebut mambantai.

Tradisi mambantai masih dilestarikan secara turun-temurun dan berkembang di berbagai daerah antara lain di masyarakat Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari dan Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara.

Pantauan di Lubuak Ambalau, Nagari Bawan dan Nagari Tiku Selatan pada Minggu (1/5/2022) dini hari tampak ratusan warga tengah bergotong-royong menyembelih sapi untuk memenuhi kebutuhan daging menyambut lebaran.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bawan, Adrian Agus Dt. Kando Marajo menjelaskan, istilah mambantai berasal dari kata menyembelih.

Uniknya, tradisi mambantai ini dilakukan dengan cara barantam, yang asal katanya patungan. Satu atau beberapa orang mengumpulkan sejumlah uang untuk membeli sapi.

“Sapi ini kemudian disembelih dengan cara bergotong-royong, dagingnya nanti dijual secara tradisional atau eceran di pasar Bawan dengan harga menyesuaikan pasar,” jelasnya.

Tradisi barantam dalam makna sederhana juga menyiratkan bagaimana masyarakat berdemokrasi. Pasalnya, sapi yang disembelih pada saat barantam didapat atau dibeli dari warga sekitar.

“Nantinya daging hasil sembelihannya juga diprioritaskan untuk warga sekitar,” sebut A. Dt. Kando Marajo.

Secala filosofis terangnya lagi, tradisi mambantai juga sebagai upaya untuk menjamin agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan daging untuk lebaran.

“Artinya dengan barantam ini tujuannya untuk memastikan anak kemanakan kita bisa dapat daging untuk lebaran,” katanya.

Tradisi mambantai di Nagari Bawan sudah berlangsung sejak dahulu. Hingga kini, prosesi penyembelihan yang dilakukan dini hari itu masih terus dilakukan masyarakat setempat.

“Kenapa ini dilakukan dini hari karena nanti daging hasil sembelihannya bisa langsung dijual di pagi harinya,” katanya lagi.

Ditambahkan, jumlah sapi yang disembelih di nagari itu terbilang cukup banyak yakni 80 ekor. Menurutnya jumlah tersebut relatif bertahan dari tahun ke tahun.

“Hingga jam 00.15 WIB ini, sudah 66 sapi yang terdaftar untuk disembelih. Jumlahnya bisa mencapai 80 ekor,” ujarnya.

(emg)

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update