Anggota Brimob Tewas Diserang OTK di Wamena, Dua Senpi Dibawa Kabur
×

Adsense

Adsense Mobile

Advertisement

Anggota Brimob Tewas Diserang OTK di Wamena, Dua Senpi Dibawa Kabur

Minggu, 19 Juni 2022 | 10.00 WIB Last Updated 2022-06-19T10:52:41Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Anggota Brimob Tewas Diserang OTK di Wamena
Ilustrasi.

WAMENA, Mjnews.id - Seorang anggota Brimob dari Batalyon D Kompi III Wamena tewas setelah diserang OTK di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, pada Sabtu (18/06/2022).

Korban diketahui berpangkat Bripda atas nama Diego Rumaropen tewas akibat luka bacok di bagian kepala dan perut kiri.

Dua pucuk senjata api jenis AK 101 dan Sniper Steyr yang dibawa korban berhasil dibawa kabur pelaku.

Berdasarkan kronologis, kejadian diperkirakan sekitar pukul 15.20 WIT, di Distrik Napua, Jayawijaya.

Dimana saat sore itu Danki Brimob Batalyon D Wamena AKP Rustam ditelepon oleh Alex Matuan untuk membantunya menembak sapi miliknya di daerah Napua.

Kemudian AKP Rustam membawa satu pucuk senpi jenis Sniper Steyr mengajak satu orang anggotanya yakni Bripda Diego  Rumaropen yang juga membawa senpi jenis AK 101, dan bersama-sama pergi ke Napua untuk menembak sapi milik Alex Matuan.

Setelah sapi ditembak oleh AKP Rustam, kemudian AKP Rustam menitip senpi yang digunakan untuk menembak sapi yakni senpi Sniper Styer kepada korban yakni Bripda Diego Rumaropen, karena akan mengecek sapi yang telah ditembak tersebut.

Saat AKP Rustam pergi meninggalkan Bripda Diego Rumaropen sendirian di lokasi tempat menembak kemudian datang dua orang yang membawa parang dan membacok Bripda Diego Rumaropen dan membawa kabur dua senpi yang dibawa korban.

“Sementara ini kita masih mencari pelakunya, jadi dalam lidik. Untuk saat ini Danki masih dimintai keterangan di Polres berikut orang-orang yang terkait dengan kronologis menembak sapi, siapa pemilik sapi dan siapa yang meminta bantu. Itu semua saat ini masih dalam pemeriksaan. Untuk sementara ini masih dimintai keterangan di Serse dan Propam untuk mencari penyebabnya, siapa tahu ada yang melihat ciri-cirinya,” ungkap Kapolres Jayawijaya, AKBP Muhammad Safei, saat dihubungi media via telepon, Minggu 19 Juni 2022.

Kapolres juga mengatakan korban diperkirakan meninggal di lokasi kejadian karena saat tiba di rumah sakit korban sudah tidak bernyawa.

Saat ini korban telah disemayamkan di rumah duka, tepatnya di Jalan Trikora Wamena.

(asm)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update