Banyak Anak di Bawah Umur Terlibat Perkara, Polres Lampura Rakor dengan Perwakilan SMA
×

Adsense

Adsense Mobile

Advertisement

Banyak Anak di Bawah Umur Terlibat Perkara, Polres Lampura Rakor dengan Perwakilan SMA

Selasa, 21 Juni 2022 | 22.30 WIB Last Updated 2022-06-21T16:32:39Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Polres Lampura rakor dengan Perwakilan SMA
Polres Lampura rapat koordinasi dengan Perwakilan SMA. (f/novi anggraini)

Lampung Utara, Mjnews.id - Polres Lampung Utara (Lampura) melalui Kasat Reskrim AKP Eko Rendi, melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama beberapa perwakilan sekolah, setingkat SMA di kabupaten setempat, yang dihadiri diantaranya; Wakasek Bidang Kesiswaan SMK N 1 Kotabumi Sulisstyani, S.Pd, Waka Kesiswaan SMA Kemala Bhayangkari Maylina Susanti, S.Pd, Guru BP SMA Kemala Bhayangkari Meriyani, S.Pd, Waka Kesiswaan dan Guru BK SMAN 3 Kotabumi, Marlina, S.Pd, MM, Guru Pembina OSIS SMKN 3 Kotabumi Adam S, S.Pd, bertempat di ruang Satreskrim Polres Lampura, Selasa (21/6/2022).

Sementara dari pihak Polres Lampung Utara, Kasatreskrim AKP Eko Rendi Oktama, S,H. didampingi Kanit Idik Ill/Tipidkor IPDA Adi Wasito, S.H dan Kanit Idik II/PPA AIPDA Meta Wahyu Tanto, S.H.

Rakor tersebut berkaitan dengan banyaknya laporan polisi yang melibatkan siswa SMA di Kabupaten bertajuk Ragam Tunas Lampung itu,

“Rapat ini untuk melakukan Rapat Koordinasi, mengenai maraknya perkara anak-anak di bawah umur yang terlibat dengan hukum,” ungkap Eko.

Dalam rapat Kasat Reskrim sempat menanyakan menanyakan kepada perwakilan dari pihak-pihak sekolah, “Apakah sekolah tidak bisa ikut campur dalam menyelesaikan masalah anak-anak didik apabila peristiwa atau kejadian terjadi di luar jam sekolah maupun diluar sekolah?” tanya Kasat.

Perwakilan SMKN 1 Kotabumi, SMA Kemala Bhayangkari dan SMAN 3 Kotabumi, serentak menjawab, dalam segi formal pihak sekolah tidak bisa, namun dari segi moral pihak sekolah bisa/dapat ikut campur.

Eko melanjutkan, menyimpulkan hasil rakor bersama beberapa pihak sekolah, maka disimpulkan akan dilakukan pengecekan Tata Tertib Sekolah, yang mengatur apabila di dalam jam sekolah maupun di luar sekolah pihak sekolah tidak dapat ikut campur dalam menyelesaikan masalah yang melibatkan anak didik dari sekolah tersebut.

Pihak kepolisian memastikan waktu, tempat dan pakaian terkait peristiwa atau kejadian perkara.

Perlu adanya legal standing (Peraturan perundang-undangan yang berlanjut atau tata tertib baru yang seragam di Kabupaten Lampung Utara).

“Pihak sekolah yang sudah mendapatkan informasi ada anak didiknya terlibat masalah hukum, segera menindaklanjuti sesuai tupoksi dan dilaporkan dalam bentuk Berita acara kepada Bupati, tembusan Wakil Bupati, Kapolres, Kasat Reskrim dan DPRD dalam waktu 7 hari kerja setelah rakor ini,” pungkas Eko.

(Mpi)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update