Buka Seminar APPSI 2022 di Bengkulu, Menko Polhukam Mahfud MD Ingatkan Hal Ini
×

Adsense

Adsense Mobile

Advertisement

Buka Seminar APPSI 2022 di Bengkulu, Menko Polhukam Mahfud MD Ingatkan Hal Ini

Senin, 20 Juni 2022 | 08.00 WIB Last Updated 2022-06-20T14:44:57Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Mahfud MD Buka Seminar APPSI 2022 di Bengkulu
Menko Polhukam Mahfud MD Buka Seminar APPSI 2022 di Bengkulu. (f/ist)

BENGKULU, Mjnews.id - Provinsi Bengkulu menjadi tuan rumah Seminar Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) 2022. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membuka seminar APPSI mengangkat tema "Menjaga dan Membangun Integrasi Nasional" di Balai Raya Semarak, Minggu 19 Juni 2022. 

Dalam pertemuan, Menko Pohukam Mahfud MD mengingatkan agar seluruh elemen perlu menjaga integrasi, dan tidak boleh berdemokrasi sendiri-sendiri sehingga diingatkan bahwa yang mengancam integrasi itu, seperti RAS, Daerah, Bahasa, Suku perlu diperhatikan dan dijaga. 

"Beberapa hal tentu perlu dijaga untuk menjaga keutuhan bangsa, salah satunya dengan menegakkan hukum dengan baik, seadil-adilnya tetapi dengan aturan-aturan hukum," terang Mahfud yang pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi 2008-2013.

Menurutnya, hadirnya demokrasi yang baik tentu diperlukan perbaikan pada beberapa sektor. Hal ini guna menjaga kondusifitas menuju Pemilu 2024 mendatang. 

"Demokrasi akan tumbuh kalau pelayanan di birokrasi berjalan baik, dan didasari aturan hukum yang jelas. Terutama menyongsong Pemilu 2024, ancaman terhadap integrasi bisa tumbuh, muncul sewaktu-waktu karena pencalonan, rivalitas dsb," jelas Mahfud.

Sementara itu, Ketua Umum APPSI Anies Baswedan mengungkapkan kondisi sekarang setiap daerah mengalami kemajuan, namun tidak secara merata. Dan inilah yang harus didiskusikan bersama di forum seminar APPSI ini. 

"Kita saat ini, mengalami kemajuan di berbagai sektor, pada saat yang sama kemajuan itu tidak terjadi sama di semua tempat. Ada yang kemajuannya pesat, ada yang lambat. Ini memberikan kita tantangan bagaimana bisa menjaga keutuhan di dalam berbangsa bernegara," ucap Anies yang juga menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Lebih lanjut, Anies menambahkan Di mana disaat yang sama ada ketimpangan itu, di sisi lain kita juga menyaksikan efek dari informasi yang begitu pesat sirkulasinya dan sebagian informasi tersebut mengandung unsur ketidakbenaran yang juga berpotensi membuat kerenggangan. 

"Tema-tema inilah yang kemudian menjadi dasar pemikiran bagi pemerintah Provinsi se-Indonesia untuk bisa berdiskusi bersama, merumuskan langkah-langkah untuk bisa mengantisipasi hal tersebut," terang Anies

Kemudian, Gubernur Rohidin Mersyah mengungkapkan topik yang dibahas pada Seminar APPSI ini sangat cocok untuk diselenggarakan di Bengkulu, di mana Bengkulu ingin mengulang kembali sejarah dahulu. Disaat Bung Karno mampu menyatukan pemikiran rakyat Indonesia yang berbeda-beda waktu itu menjelang kemerdekaan dengan berdiskusi. 

"Memang ini menjadi suatu topik yang sangat penting demi menjaga keutuhan bangsa menjelang Pemilu. Oleh sebab itu, Bengkulu sangat cocok menjadi tuan rumah. Seperti dahulu, Bung Karno mampu menyatukannya dengan diskusi bersama tokoh-tokoh penting di Bengkulu," jelas Gubernur

Pembukaan Seminar APPSI ini diikuti seluruh Asisten I bidang pemerintah dan kesejahteraan rakyat, dan Karo Pemerintahan dan kesejahteraan rakyat se-indonesia, hal ini merupakan pertemuan lanjutan pada Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (Rakernas APPSI) di Bali lalu.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update