Bupati Pasaman Barat Ikuti Rakernas APKASI XIV di Bogor
×

Adsense

Adsense Mobile

Advertisement

Bupati Pasaman Barat Ikuti Rakernas APKASI XIV di Bogor

Minggu, 19 Juni 2022 | 01.36 WIB Last Updated 2022-06-21T18:37:58Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Rakernas APKASI XIV di Bogor
Rakernas APKASI XIV di Bogor. (f/kominfo)

Bogor, Mjnews.id - Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi mengikuti rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-XIV dan HUT Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ke-22 tahun 2022 yang diselenggarakan di Bogor, Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut hadir beberapa Menteri Kabinet Kerja Indonesia, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, bupati seluruh Indonesia, Sekda, dan beberapa OPD lainnya. Acara itu dibuka oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, di Hotel Pullman Vimala, Ciawi, Sabtu (18/6/2022).

Ketua Umum APKASI, Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang juga Bupati Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat menjelaskan, Rakernas APKASI kali ini merupakan kolaborasi pemerintah daerah dengan pusat untuk menyongsong Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang kuat dan berkelanjutan.

Anggota APKASI juga membahas mengenai Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) terkait dengan Penghapusan Pegawai Honorer. Mereka menyusulkan jika penghapusan ini dapat ditunda setelah selesainya Pemilu Serentak Tahun 2024. 

Dalam kegiatan itu juga dikobarkan semangat untuk percepat pemulihan ekonomi nasional yang hampir dua tahun ini morat-marit akibat pandemi. Isu strategis juga dibahas seperti Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. 

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sambutannya meminta agar membahas beberapa konsep dan tawaran yang ingin disampaikan ke Presiden.

Ia juga menyampaikan kepada para bupati seluruh Indonesia, bahwa ada 3 hal yang penting bagi strong leader (pemimpin yang tangguh), yakni memiliki power (kekuasaan) tanpa kekuasaan tidak akan bisa menjadi kuat, kemudian memiliki follower dan memiliki konsep.

(ded)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update