Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Kades Binangun Dituntut Mundur Warganya
×

Adsense

Adsense Mobile

Advertisement

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Kades Binangun Dituntut Mundur Warganya

Kamis, 23 Juni 2022 | 22.23 WIB Last Updated 2022-06-23T15:28:41Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Kades Binangun Dituntut Mundur Warganya
Kades Binangun Dituntut Mundur Warganya. (f/angga saputro)

Cilacap, MJNews.id - Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Peduli Desa Binangun, menggelar aksi damai menuntut pemberhentian secara tidak hormat Kepala Desa Binangun, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Kamis (23/06/2022).

Kepala Desa Binangun, WL, diduga telah melakukan aksi bejat, pelecehan seksual terhadap keponakan sendiri.

Keponakannya yang masih duduk di bangku SMP, sebut saja Mawar, 12 tahun, diduga telah digagahinya sejak usia 9 tahun, menurut keterangan keluarga korban.

Karmila Musriyatun mengatakan, Kepala Desa WL diduga telah mencabuli anak tirinya. Karmila menyebut, korban merupakan keponakannya yang saat ini baru menginjak remaja.

Karmila mengaku telah melaporkan kasus dugaan pencabulan ini ke Polres Cilacap pada Rabu 2 Februari 2022, namun hingga saat ini kepala Desa WL masih itu belum diproses hukum.

“Ini sudah laporkan ke Polres Cilacap, sudah divisum, tapi hasil visum saya belum dikasih tahu,” terang Karmila.

Koordinator Forum Komunikasi Peduli Desa Binangun, Agus Riyanto mengatakan, laporan yang diadukan kepada Bupati Cilacap, pihaknya menuntut Kepala Desa Binangun untuk diberhentikan.

“Tuntutannya satu supaya Kades Binangun diberhentikan secara tidak hormat, karena berbuat tidak senonoh, makanya kasus pelecehan segera ditindak, apalagi korban masih di bawah umur,” ujarnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Cilacap, Dian Setyabudi menanggapi tuntutan masyarakat dan berjanji akan ditindaklanjuti dengan menerjunkan tim dari Inspektorat Kabupaten Cilacap.

“Tiga laporan itu kita sudah terima Bupati Cilacap, nanti ditugaskan Inspektorat untuk pemeriksaan Khusus (Riksus) terhadap yang bersangkutan atas laporan dari masyararakat," tanggapnya.

Usai audiensi dengan perwakilan massa yang menggelar aksi di alun-alun Cilacap, Dian mengatakan akan ada langkah selanjutnya setelah tim melakukan investigasi, mengacu Perda Nomor 5 Tahun 2015 yang diubah dengan Perda Nomor 9 Tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala desa.

Kapolres Cilacap, AKBP Eko Widiantoro mengatakan, proses hukum terhadap laporan dugaan pencabulan tersebut masih berjalan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas laporan warga Desa Binangun.

“Sedang diproses, masih penyelidikan, kita masih mengumpulkan alat bukti,” kata Eko kepada awak media saat disinggung terkait hasil visum korban.

Eko mengaku akan menanyakan langsung kepada penyidik yang menangani laporan pihak korban.

Kapolres Cilacap memastikan proses hukum masih berjalan dan tidak diberhentikan. “Proses hukum masih berjalan, nanti kita lihat dari semua keterangan saksi, dan alat bukti yang ada,” tegasnya.

(Angga/Dana)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update