Dua Pelajar SMP Nyaris Terseret Ombak Pantai Setrojenar Kebumen
×

Adsense

Adsense Mobile

Advertisement

Dua Pelajar SMP Nyaris Terseret Ombak Pantai Setrojenar Kebumen

Jumat, 17 Juni 2022 | 22.13 WIB Last Updated 2022-06-17T15:13:17Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Dua Pelajar SMP Nyaris Terseret Ombak Pantai Setrojenar
Dua Pelajar SMP Nyaris Terseret Ombak Pantai Setrojenar Kebumen, Jawa Tengah. (f/humas)

Kebumen, MJNews.id - Dua pelajar SMP nyaris celaka terbawa ombak ke tengah lautan. Peristiwa ini menimpa AR, (14) dan GL, (14), warga Kecamatan Alian saat keduanya mandi di Pantai Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sekitar pukul 16.15 WIB, Jumat (17/6/2022).

Dijelaskan Kapolres Kebumen, AKBP Burhanuddin melalui Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha, keduanya sempat terbawa ke tengah lautan saat mandi bersama teman-temanya. 

Meski keduanya selamat, para korban harus dilarikan ke RSUD dr Soedirman Kebumen untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Kita sudah seringkali mengimbau warga untuk tidak mandi di laut. Kedua korban ini bersama teman-temannya, saat kejadian mandi di laut selanjutnya terbawa ke tengah lautan," jelas Aiptu Catur, dalam siaran pers Humas Res KBM Polres Kebumen.

Menurut keterangan para saksi, kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WIB, para korban bersama tiga temannya datang ke Pantai Setrojenar untuk mandi di laut.

Pada saat bersamaan, ombak besar menarik kedua korban ke tengah laut karena posisinya terlalu ke selatan. Melihat temannya terbawa ombak, teman lainnya segera mencari pertolongan. 

Situasi pada saat itu begitu mencekam karena sebagian warga yang ada di sana pun tidak bisa berbuat banyak selain mengarahkan agar para korban berusaha berenang ke daratan.

"Kurang lebih 30 menit korban berada di tengah laut tidak bisa menepi. Saat teman lainnya mencari bantuan, beruntung sekali ada ombak susulan membawa keduanya ke daratan," kata Aiptu Catur. 

Bersamaan korban berhasil menepi, patroli Polsek Buluspesantren yang sedang mobiling datang ke lokasi kejadian setelah mendapatkan laporan dan langsung membawa korban ke RSDS untuk mendapatkan pertolongan pertama.

"Kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk semuanya. Mandi di laut sangat berbahaya. Ombak di panti kita (Kebumen) tidak bisa ditebak".

Kini para korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya diberikan pemahaman di lingkungan keluarga agar tidak diulang lagi mandi di laut.

(Nasir)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update