×

Adsense

Adsense Mobile

LaNyalla: Anak Muda Berkewajiban Hapuskan Gap Antar Kelas Masyarakat

Senin, 20 Juni 2022 | 16.30 WIB Last Updated 2022-06-20T14:15:28Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

LaNyalla bertemu Sukmawati Soekarnoputri di Malang
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti bertemu dengan Putri Proklamator Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri, saat mendarat di Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Senin (20/06/2022). (f/dpd)

MALANG, Mjnews.id - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berpesan agar anak muda ikut serta dalam menghapuskan gap di masyarakat. 

Pasalnya ketidaksetaraan merupakan tantangan besar saat ini. “Ketidaksetaraan mempengaruhi semua segmen masyarakat. Banyak yang dirugikan akibat hal itu, termasuk kaum muda," jelas LaNyalla saat kunjungan kerja ke Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (20/6/2022).

Oleh karenanya, menurut LaNyalla diperlukan investasi Sumber Daya Manusia yang memadai dengan memberikan pendidikan tentang paradigma kebangsaan.

Makanya, Senator asal Jawa Timur itu mengapresiasi pelaksanaan Forum Anak Muda Youth 20 (Y-20) Pra KTT Ke-4 yang resmi dibuka di Manokwari, Papua Barat.

"Gelaran forum tersebut mampu memberikan gagasan dan terobosan yang diperlukan anak muda untuk pengembangan diri, namun tetap berpijak pada sikap egaliter dan terbuka," papar dia.

Ditambahkan olehnya, fakta lapangan menunjukan pemuda merupakan kelompok yang rentan dan mudah terpengaruh. Hal ini tergantung habitat dimana mereka tinggal. Banyak potensi-potensi pemuda yang tidak mampu dikembangkan dan digali bahkan tidak dapat dipupuk hingga menjadi suatu kelompok yang produktif.

"Anak muda juga rentan dengan serangan psikologis yang disebabkan oleh tingginya gap atau kesenjangan baik sosial, pendidikan, kemampuan, pengalaman, popularitas dan lain-lain," ucap pria berdarah Bugis itu.

Melalui Forum Y-20 LaNyalla memberikan dorongan kepada anak-anak muda untuk memiliki tempat berekspresi seperti komunitas, forum, grup, organisasi, kelompok atau sejenisnya sebagai tempat bereksperimen dan memacu prestasi.

“Populasi anak muda sangat besar. Potensi ini sebenarnya bisa menjadi kekuatan hebat untuk mendorong pembangunan, transformasi sosial dan ekonomi. Syaratnya mereka harus diberikan keterampilan, pengetahuan, dan peluang untuk berkembang,” tegasnya.

(*/eds)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update