LHP THKW Kabupaten Solok Dipertanyakan, Progres Jalan di Tempat?
×

Adsense

Adsense Mobile

Advertisement

LHP THKW Kabupaten Solok Dipertanyakan, Progres Jalan di Tempat?

Rabu, 22 Juni 2022 | 22.03 WIB Last Updated 2022-06-22T15:03:51Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Taman Hutan Kota Wisata Kabupaten Solok
Sesudut pemandangan suram di Taman Hutan Kota Wisata Kabupaten Solok. (f/way)

Kabupaten Solok, MJNews.id - Bupati Solok Capt. Epyardi Asda pernah berucap, bahwa di masa pemerintahannya ini, tidak ada proyek mercusuar. “Untuk apa gunanya seperti itu, lihat Taman Hutan Kota Wisata (THKW) yang menelan anggaran puluhan miliar, hingga kini tidak ada gunanya… apa manfaatnya?” kata mantan anggota DPR RI tiga periode ini, di hadapan jemaah tarwih Masjid Ikhlas Arrahman Kayu Aro pertengahan April 2022, menjelang setahun masa kepemimpinannya.

Yang memiriskan, pembangunan THKW menggelontorkan dana APBD bermiliar-miliar, akan tetapi kini tidak berfungsi, malah sudah tidak terawat, ditumbuhi rumput semak belukar, aset rusak dibongkar maling, dan itu pun tidak ada manfaat buat pemasukan PAD ke daerah.

“Kita sudah suruh Inspektorat periksa khusus, kalau ada pejabat yang terkait di dalamnya kita tidak membela, biar hukum yang bicara," tandasnya kelat.

Ternyata informasinya, Periksa Khusus THKW ini sudah sejak akhir 2021. Intinya, Bupati Solok yang menyatakan perang terhadap korupsi ini, meminta kepada Inspektorat untuk diperiksa khusus. Akan tetapi keseriusan Bupati Epyardi meminta khusus kepada OPD terkait, sudah jalan sekian bulan, bahkan sudah penghujung bulan keenam (Juni) di 2022 ini, progresnya masih jalan di tempat.

“Saya masih ingat pesan bupati bahwa THKW Pemeriksaan Khusus, sejak akhir 2021, kini sudah Juni 2022, LHP-nya sejauhmana. Padahal untuk itu sudah studi banding kemana-mana, ke Jakarta, BPK, dan di berbagai daerah di Sumbar ini, sudah banyak juga duit negara habis untuk mempelajari itu, namun hasilnya belum nampak," ungkap sumber pindahan Inspektorat Daerah.

Ditambahkan, titah Bupati Epyardi semasa Dery Akmal, ST menjabat Sekretaris berlanjut Plt dan baru dua bulan ini didefinitfkan Fidriati Ananda, SE, Ak. Menurut rekan pers Mak Itam, pihaknya sudah berkali-kali mencari Dery Akmal untuk konfirmasi, namun tetap saja tidak berhasil dengan bermacam dalih. Pada Rabu, (22/6/2022) bisa konfirmasi dengan Buk Nanda, namun tidak dengan Dery.

“Soal LHP, saya informasikan dulu ke pimpinan," ucap Nanda.

Soal sikap Sekretaris Dery yang tidak welcome setentang titah bupati periksa khusus THKW dikonfirmasi wartawan, terkesan Bu Nanda seolah cuma menampung aspirasi wartawan untuk konfirmasi. 

Diceritakan, untuk studi banding pemeriksaan THKW ke Jakarta ke daerah sudah banyak. “Kalau tak salah ke Jakarta sampai lima orang, ke daerah–daerah kadang berlima kadang berenam. Berapa sekali jalan uang APBD yang dihabiskan dan dikalikan banyak orang, tapi LHP sampai sekarang, kabarnya belum. Ingatkan itu bupati lewat wartawan," tukuknya lagi.

(way)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update