Minta KSPSI dan Jumhur Hidayat ke Ruangan Kerja, Sandiaga Uno: Jangan Lagi Orasi di Patung Kuda
×

Adsense

Adsense Mobile

Advertisement

Minta KSPSI dan Jumhur Hidayat ke Ruangan Kerja, Sandiaga Uno: Jangan Lagi Orasi di Patung Kuda

Selasa, 21 Juni 2022 | 23.30 WIB Last Updated 2022-06-21T17:23:22Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Sandiaga Salahuddin Uno
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno berikan keterangan pers. (f/ist)

DENPASAR, Mjnews.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno mengajak Ketua Umum FSPSI Jumhur Hidayat duduk bersama guna membahas persoalan pekerja pariwisata dan ekonomi mikro di ruang kerjanya.

"Setelah ini saya berharap Pak Jumhur Hidayat bisa berdiskusi di lantai 16 Kantor Kementerian Parisiwata dan Ekonomi Kreatif. Jangan lagi orasi di Patung Kuda. Saya sering melihat dari jendela Pak Jumhur berdemonstrasi di Patung Kuda, Jakarta," kata Sandiaga dalam pembukaan Musyawarah Nasional Pertama Forum Serikat Pekerja Parisiwata dan Ekonomi Kreatif FSPSI (FSP Parekraf - FSPSI) di Hotel Inna Heritage Bali, Selasa 21 Juni 2022.

Sandiaga menegaskan bahwa saat ini ada 34 juta pekerja parisiwata yang terdampak pandemi. Sandiaga mengajak FSP Parekraf bekerja sama mencari solusi yang terbaik. "Federasi harus merangkul elemen ekonomi dan industri kreatif untuk bangkit dari cobaan. Kita harus bertindak cepat mengatasi persoalan ini," tegasnya.

Sandiaga menegaskan industri pariwisata harus segera pulih dan segera mendapatkan pemasukan. Ia mencontohkan, Pesta Kesenian Bali yang menggeliat pasca 2 tahun dihajar pandemi. "Pandemi sedang menuju endemi. Kita tahu harga-harga bahan pokok naik tinggi," katanya.

Namun demikian, kami memahami itu semua karena dampak pandemi dan perubahan geopolitik. "Bila dibandingkan dengan negara lain, kita masih cukup baik. Harga BBM dan harga pangan cukup tinggi, namun inflasi masih 4 persen," tegasnya.

Sandiaga mengajak FSP Parekraf memotivasi masyarakat dengan Tri-G, yakni Gercep, Geber, dan Gaspol. Di tengah tingginya permintaan hunian hotel, Sandiaga menyarankan agar masyarakat Pariwisata menciptakan peluang peluang baru.

Namun demikian Sandi mengingatkan untuk tetap menggunakan energi bersih, berimbang antara kebutuhan pangan dan energi serta mengajak peran serta KSP Parekraf sebagai mitra yang saling menguntungkan. "Kami yakin Indonesia mampu melewati tantangan ini. Kita perlu mengadakan diskusi terbuka, menerima masukan dan merajut kebersamaan dengan sesama, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan penghasilan, dan melakukan perlindungan pekerja.

Sementara Ketua Umum FSP Parekraf KSPSI Jumhur Hidayat bahwa ia ingin mengabarkan kepada dunia bahwa pariwisata Indonesia sedang bangkit dengan cepat untuk menyambut dunia baru secara profesional untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.

"Masa depan pendapatan untuk Indonesia adalah dari pariwisata dan ini adalah gifted atau pemberian dari Yang Maha Kuasa. Keterlaluan kalau kita tidak menyambut ini dengan mempersiapkan diri dengan baik," demikian Jumhur dalam sambutannya

Sebagai upaya phisical distancing dan sesuai dengan instruksi pemerintah (PPKM) dan implementasi dan penerapan Teknologi digital, Munas ini dilaksanakan secara HYBRID (combine on line dan offline) 14 PD, 33 PC, 18 PUK. Sedangkan yang mengikuti secara on line ada 3 PD, 5 PC, serta 42 PUK secara off line dengan mengacu pada standard prokes.

(*/eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update