Pemprov Kepri Beri Perhatian Ekstra untuk Penurunan Angka Stunting
×

Adsense

Adsense Mobile

Advertisement

Pemprov Kepri Beri Perhatian Ekstra untuk Penurunan Angka Stunting

Minggu, 19 Juni 2022 | 23.22 WIB Last Updated 2022-06-20T16:23:47Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Sosialisasi dan Edukasi Pemberdayaan Masyarakat Kepri
Wagub Kepri, Marlin Agustina hadiri Sosialisasi dan Edukasi Pemberdayaan Masyarakat di Sekolah Bodhi Dharma, Komplek Limindo Trade Centre Batam Centre, Kota Batam, Minggu (19/6/2022). (f/biro adpim)

KEPRI, Mjnews.id - Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Hj. Marlin Agustina mengajak masyarakat, terutama kaum ibu untuk memberi perhatian ekstra untuk menurunkan angka prevalensi stunting di Kepulauan Riau. Penurunan angka prevalensi stunting ini menjadi salah satu bagian bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kepri.

"Perlu kolaborasi bersama untuk menurunkan angka stunting ini. Peran para ibu dan kaum perempuan samgat besar, baik dalam mengedukasi maupun terus mensosialisasikannya," kata Wagub Marlin di Sekolah Bodhi Dharma, Komplek Limindo Trade Centre Batam Centre, Kota Batam, Minggu (19/6/2022). 

Hj. Marlin membuka langsung Sosialisasi dan Edukasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan, Tentang Penanganan dan Percepatan Penurunan Stunting. 

Menurut Wagub Marlin, pemerintah Provinsi Kepri sangat serius dalam menurunkan angka prevalensi stunting. Karena stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan. 

Saat ini, lanjut Wagub Marlin bahwa Provinsi Kepri masih berada di posisi terbaik keempat berdasarkan Hasil Riset Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) Tahun 2021 se-Indonesia untuk temuan kasus balita dengan status pendek (stunting). Setelah Bali, DKI dan Yogyakarta. Kemudian berdasarkan hasil analisis persentase pendek (stunting) pada anak balita Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2021 dengan target sebesar 20 persen dapat tercapai sebesar 17,6 persen sehingga capaian kinerja sebesar 113,6 persen atau dalam kategori sangat baik. 

"Capaian tersebut harus terus kita tingkatkan dengan melakukan berbagai upaya penanggulangan stunting salah satunya melalui sosialisasi dan edukasi yang kita laksanakan pada hari ini," kata Wagub Marlin. 

Masih menurut Marlin, sosialisasi dan edukasi ini sangat penting. Karena menjadi bagian dari tujuan Pembangunan Manusia yang Unggul dan Berkarakter dinilai dari IPM, yang mana pada tahun 2021 IPM Kepulauan Riau mengalami peningkatan dari 75,59 pada tahun 2020, menjadi 75,79 pada tahun 2021.

(*/isb)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update