Cak Imin Sebut Citayam Fashion Week Bentuk Protes Kaum Muda
×

Adsense

Adsense Mobile

Cak Imin Sebut Citayam Fashion Week Bentuk Protes Kaum Muda

Rabu, 27 Juli 2022 | 15.00 WIB Last Updated 2022-07-27T09:23:48Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Muhaimin Iskandar
Muhaimin Iskandar. (f/pkb)

JAKARTA, Mjnews.id - Citayam Fashion Week hingga saat ini masih menjadi pembicaraan publik. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan, fenomena Citayam Fashion Week adalah satu wujud bonus demografi yang perlu mendapat perhatian.

“Saya kira Citayam Fashion Week adalah fenomena unik dan wujud dari bonus demografi, sepintas saya lihat mereka adalah anak-anak muda berusia sekitar 15-24 tahun, rata-rata Gen Z,” kata Cak Imin, Rabu, 27 Juli 2022.

Cak Imin menyatakan, mereka adalah bagian dari potensi bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia. Jumlahnya yang mencapai 74,9 juta jiwa atau 22,9 persen dari total penduduk tidak hanya menghadirkan potensi bonus, tapi dikhawatirkan menjadi bencana demografi yang dapat meledak di masa mendatang.

“Ya kalau hobi dan kreativitas mereka difasilitasi dengan baik saya yakin potensi mereka akan membawa dampak yang baik bagi masa depan Indonesia. Tapi sebaliknya, kalau dibiarkan begitu saja, tidak ada pelatihan, tidak diberi ruang khusus untuk berkreasi ya malah akan membebani. Tentu ini tidak kita harapkan,” tutur Cak Imin.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI ini mengamini bahwa fenomena Citayam Fashion Week merupakan bentuk protes yang dilakukan anak-anak muda yang membutuhkan ruang eksistensi. Umumnya, kebutuhan tersebut tidak mereka dapatkan di daerah pinggiran.

“Jadinya mereka mencari tempat lain untuk mewadahi kreativitas mereka. Mau masuk kawasan elit Sudirman Central Business District (SCBD) saja mungkin bagi mereka susah, apalagi untuk membeli barang-barang branded di sana,” ungkap Cak Imin.
 
Ia menegaskan, Citayam Fashion Week merupakan upaya kaum muda sub-urban Jakarta untuk mendapat pengakuan dan perhatian pemerintah untuk membangun ruang publik dan tidak dimonopoli pemilik modal.

Oleh sebab itu, Cak Imin mendorong pemeritnah untuk memberikan fasilitas memadai bagi kaum muda yang betul-betul mewadahi hobi dan kreativitas mereka. Menurutnya fenomena Citayam Fashion Week dapat pula di tempat lain, selama difasilitasi pihak-pihak terkait, tanpa mengintervensi dan mematikan kreativitas.

“Nah ini seharusnya yang diperhatikan, pemerintah saya kira perlu segera menyiapkan fasilitas memadai untuk wadah kreativitas mereka. Mereka butuh panggung, dan saya kira Pemeritnah Daerah perlu ikut memperhatikan fenomena ini,” tukas Cak Imin.

(Eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update