Jemput Bola ke Daerah, Kemendag Angkat Potensi UKM Fesyen Muslim ke Kancah Global
×

Adsense

Adsense Mobile

Jemput Bola ke Daerah, Kemendag Angkat Potensi UKM Fesyen Muslim ke Kancah Global

Jumat, 15 Juli 2022 | 09.00 WIB Last Updated 2022-07-15T07:05:39Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Road to Jakarta Muslim Fashion Week 2023 di Medan
Road to Jakarta Muslim Fashion Week 2023 di Medan, Sumatra Utara, Kamis 14 Juli 2022. (f/kemendag)

MEDAN, Mjnews.id - Dalam mendukung cita-cita Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia tahun 2024, Kementerian Perdagangan melalui Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) menggelar ‘Road to Jakarta Muslim Fashion Week 2023’ di Medan, Sumatera Utara, pada Kamis 14 Juli 2022 kemarin. 

Kegiatan ini merupakan usaha Kemendag dalam memetakan potensi usaha kecil dan menengah (UKM) fesyen muslim yang ada di daerah sekaligus mengkurasi peserta JMFW 2023 yang akan diadakan pada 20 - 22 Oktober 2022 mendatang.

“Ajang JMFW 2023 merupakan upaya mewujudkan Indonesia sebagai pusat fesyen dunia pada 2024 mendatang. Indonesia pun terus mengembangkan industri fesyen muslim nasional dengan mengikuti tren fesyen muslim global yang permintaannya semakin meningkat,” ungkap Direktur, dalam siaran pernya, Jumat 15 Juli 2022.

Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi pada kesempatan terpisah menanggapi ‘Road to JMFW 2023 Seri Medan’. Kemendag bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengelar seri kegiatan ‘Road to JMFW 2023’ yang terdiri atas seminar dan kurasi untuk menyeleksi peserta yang akan tampil di JMFW 2023. 

Selain di Medan, kegiatan serupa telah diadakan di Bandung pada 27–28 Juni 2022 lalu. Setelah Medan, seri Road to JMFW 2023 akan digelar di Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Road to JMFW 2023 Seri Medan dihadiri desainer dan pelaku usaha produk fesyen muslim, tekstil, aksesori, dan kosmetik halal. 

Seminar ini dihadiri Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Miftah Farid, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatra Utara Aspan Sofian, serta Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Keanggotaan dan Pemberdayaan Daerah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatra Utara Muhammad Santri Azhar.

Kegiatan seminar yang bertemakan “Sustainable Muslim Fashion” menghadirkan narasumber Direktur Industri Aneka dan Industri Kecil Menengah Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kementerian Perindustrian Ni Nyoman Ambareny dan CEO IR & IR Songket Deli Irfania Lubis.

Selain kegiatan seminar, juga diadakan kurasi yang diikuti 37 merek fesyen muslim untuk dapat tampil pada acara puncak JMFW Oktober nanti.

Hadir sebagai kurator dalam acara tersebut adalah CEO CGM Group Svida Alisjahbana, pendiri Islamic Fashion Institute Irna Mutiara, dan Advisory Board Indonesian Fashion Chamber (IFC) Taruna K Kusmayadi.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag Miftah Farid menyampaikan dalam sambutannya.

“JMFW merupakan suatu ekosistem yang tidak hanya melibatkan merek fesyen muslim besar tapi juga merek milik UKM di Indonesia. Di sinilah peran Kemendag dalam menjaring potensi UKM tersebut untuk bisa berkontribusi dalam memperkuat industri fesyen muslim nasional,” kata Miftah.

Miftah menambahkan, JMFW 2023 membuka seluas-luasnya kesempatan bagi para desainer fesyen, merek-merek dagang, siswa sekolah, merek kosmetik, dan asosiasi fesyen untuk menjadi peserta dalam ajang tersebut.

“Mari kita berkolaborasi, kita satukan kekuatan dan sumber daya untuk bersama-sama menyukseskan JMFW 2023 serta menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia,” ujar Miftah.

Terkait penyelenggaraan Road to JMFW 2023 Seri Medan, peserta kegiatan mengapresiasi ‘jemput bola’ yang dilakukan Kemendag untuk menemukan produk-produk fesyen muslim dengan kekhasan daerah yang potensial diangkat dipanggung global.

“Saya sangat mengapresiasi kehadiran Road to JMFW Seri Medan sebagai ajang yang bisa mengangkat keunggulan produk fesyen muslim dari UKM. Dengan desain produk kebaya payet yang motifnya terinspirasi dari pemandangan alam Medan dan dipadukan dengan desain bernuansa modest, saya berharap produk saya dapat lebih dikenal masyarakat luas sampai ke mancanegara,” kata Nila Nasution dari Mojo Kebaya.

Sementara itu, Hotni Fatimah dari Galeri Tenun Simanjuntak (GTS) yang memproduksi kerajinan tas dari kain tradisional Ulos mengharapkan keikutsertaannya dalam kurasi JMFW dapat membuka akses pasar yang lebih luas lagi bagi produknya, tidak hanya di kalangan masyarakat Sumatra Utara tapi juga seluruh dunia.

“Saya ingin sekali produk saya dapat dikenal di pasar global. Saya berharap hal tersebut dapat terwujud dengan ikut serta dalam JMFW kali ini,” ujarnya.

Salah satu kurator Road to JMFW, Irna Mutiara, menyatakan secara umum kualitas produk fesyen muslim yang mengikuti kegiatan kurasi sudah cukup baik. 

“Kurasi kali ini diikuti oleh merek-merek fesyen dari berbagai daerah yang mempunyai prospek bagus, terutama dari sisi desain produk dan pasar baik domestik maupun global,” ujarnya.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update