Kemendagri Bagikan Bantuan Masker ke Sepuluh Daerah
×

Adsense

Adsense Mobile

Kemendagri Bagikan Bantuan Masker ke Sepuluh Daerah

Selasa, 12 Juli 2022 | 21.30 WIB Last Updated 2022-07-12T18:07:23Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Kemendagri Bagikan Bantuan Masker ke Sepuluh Daerah
Kemendagri Bagikan Bantuan Masker ke Sepuluh Daerah. (f/kemendagri)

Jakarta, Mjnews.id - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membagikan bantuan masker kepada 10 daerah.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA dalam Apel Kesiapan Penyelenggaraan Fungsi Trantibumlinmas dalam Mendukung Kebijakan PPKM Menghadapi Peningkatan Kasus Covid-19, yang dilaksanakan di Plaza Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (12/7/2022).

Sebanyak 300 ribu masker yang diperoleh dari bantuan Kemendagri, CSR, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu diserahkan secara simbolis kepada perwakilan sepuluh daerah penerima, yakni: Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tangerang, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Tengerang, dan Kota Tengerang Selatan.

Safrizal membeberkan, terhitung sejak 10 Juni 2022 hingga 10 Juli 2022, Indonesia mengalami kenaikan kasus Covid-19 yang terkonfirmasi sebanyak 51.942 kasus. Dengan kenaikan tertinggi pada 7 Juli 2022 yaitu 2.881 kasus konfirmasi harian. Meskipun kenaikan ini masih jauh berada di bawah puncak varian Delta maupun varian Omicron, namun masyarakat tetap perlu berhati-hati karena penularan Covid-19 masih terjadi.

"Kita berkumpul pada hari ini untuk menegakkan kembali, menggerakkan kembali gerakan menggunakan masker," ujarnya.

Ia juga melanjutkan, kenaikan kasus terbesar disumbang oleh wilayah Jabodetabek mencapai 53,7 persen dari kasus yang ada. Oleh karenanya, upaya untuk menekan kasus di Jabodetabek menjadi sangat strategis karena wilayah ini memiliki karakteristik tingkat mobilitas warga yang sangat tinggi.

"Situasi masih terkendali, memang ada kenaikan, tapi masih terkendali. Jabodetabek masih (PPKM) Level 1, tapi kita terus tingkatkan kewaspadaan," kata Safrizal.

Selain karena faktor subvarian BA.4 dan BA.5, kenaikan kasus terjadi diakibatkan menurunnya kedisiplinan masyarakat dalam menggunakan masker, baik di dalam maupun luar ruangan. Karena itu, dalam arahannya Presiden Joko Widodo meminta masyarakat kembali mengenakan masker di dalam maupun di luar ruangan.

"Kembali menyosialisasikan untuk menggunakan masker baik di dalam maupun di luar ruangan, terutama di tempat yang ramai," tandasnya.

Safrizal menegaskan, kenaikan kasus penularan Covid-19 disumbang oleh kelengahan masyarakat dalam menegakkan protokol kesehatan. "Karena merasa ini sudah berakhir, padahal angka ini disumbang oleh kelupaan (lengah), menganggap Covid sudah tidak ada," imbuhnya.

Oleh karenanya, ia meminta Dinas Pemadam Kebakaran dan Satuan Polisi Pamong Praja menjadi garda terdepan dalam menegakkan protokol kesehatan. Caranya, dengan diawali tindakan persuasi untuk kembali menggunakan masker.

"Gerakan ini adalah persuasif sambil menasihati, jangan lakukan penindakan dulu. Bagikan masker kepada masyarakat," pungkasnya.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update