Ketua DPRD Beny Yusrial Prihatin dengan Kasus Dugaan Penipuan Sapi Kurban di Bukittinggi
×

Adsense

Adsense Mobile

Ketua DPRD Beny Yusrial Prihatin dengan Kasus Dugaan Penipuan Sapi Kurban di Bukittinggi

Selasa, 12 Juli 2022 | 18.00 WIB Last Updated 2022-07-12T17:22:36Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Beny Yusrial
Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial. (f/munasril)

Bukittinggi, MJNews.id - Dugaan penipuan sapi kurban yang terjadi di beberapa masjid dan mushala, Rumah Bersalin Bunda serta perkumpulan alumni SMAN 3 Bukittinggi yang mengalami kerugian dengan tidak datangnya hewan kurban hingga waktu penyembelihan pada Idul Adha di Kota Bukittinggi, padahal uang sudah lunas dibayarkan, ternyata mendapat tanggapan dari Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, S.Ip.

"Saya sebagai ketua DPRD sangat prihatin dan menyesali terhadap kejadiaan ini karena bagaimana pun itu hak masyarakat yang berkurban. Sesuai informasi yang saya peroleh, oknum tersebut sudah lama bekerja sebagai pedagang sapi untuk hari lebaran Idul Adha, tapi tidak ada masalahnya. Ini juga menjadi perhatian bagi kita semua untuk lebih berhati-hati lagi dalam membeli hewan, baik untuk dikurbankan maupun yang akan di pelihara nantinya," kata Beny.
 
"Kita berharap oknum tersebut bisa segera ditangkap dan diproses oleh pihak yang berwajib serta dapat mempertanggungjawabkan apa yang telah dia lakukan," ujar Beny Yusrial.

Sementara itu, salah satu peserta kurban Khairil Arif di Mushala Baitul Jannah di RT 007/RW 001 Kelurahan Campago Ipuah, Kecamatan MKS yang gagal menyembelih hewan kurban karena diduga dana kurban diselewengkan oleh oknum penyedia.

“Ambo salah satu peserta kurban di Mushala Baitul Jannah, seharusnya ada 5 ekor sapi dan 1 ekor kambing tapi hewan tersebut tidak datang sampai sekarang dan saya sudah melaporkan kasus ini ke polisi,” ujar Khairil Arif.

Khairil Arif juga berharap kasus ini dapat menemukan titik terang.

Hal yang sama juga disampaikan oleh ketua panitia kurban alumni SMAN 3 Bukittinggi, Edwar Inyiak Jangguik menyebutkan kerugian yang dialami 5 ekor sapi dengan nilai ratusan juta. 

”Kami melaporkan saudara Aldi karena kami merasa ditipu. Lima ekor sapi itu dijanjikan dipotong di rumah potong hewan (RPH) dan diantarkan ke sekolah namun tidak direalisasikan. Kerugian sekitar Rp 101 juta,” ujar Edwar.

Menurutnya, hal ini baru pertama kali terjadi setelah sebelumnya berhubungan baik selama bertahun-tahun dengan Aldi. “Sudah empat tahun kami berhubungan dengan terlapor, selama ini tidak ada masalah, baru kali ini kami tertipu,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan kurban alumni SMAN 3 rutin dilakukan di sekolah setempat yang dagingnya dibagi-bagikan kepada warga sekitar dan siswa kurang mampu. 

“Ada 400 kupon yang telah disebarkan, dengan kajadian ini kurban terpaksa dibatalkan dan kami mencoba menggalang dana Kembali dari para senior,” ujar ketua panitia kurban alumni SMAN 3 Bukittinggi tersebut.

Selanjutnya, pemilik Rumah Sakit Bersalin (RSB) Bunda, Yenni Fitri mengatakan pihaknya juga menjadi korban dengan satu ekor sapi kurban.

“Pembeliannya di daerah Gadut seharga Rp. 19,2 juta, uang tersebut sudah ditransfer. Sapi tersebut akan dikurbankan di daerah Malalak karena sapinya tidak datang terpaksa kami ganti dan membeli lagi. Kami akan melaporkan kasus ini ke polisi,” ujar Yeni.

Kapolsek Kota Bukittinggi, Kompol Hj. Rita Suryani kepada media mengatakan, sudah 4 laporan yang kami terima dengan total kerugian sebesar ratusan juta rupiah,” katanya.
 
"Pihak Polsek Kota Bukittinggi telah menurunkan tim gabungan untuk menyelidiki keberadaan terlapor yang hingga kini belum diketahui," tambah Kapolsek Kota Bukittinggi.

(ril)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update