Laris di Atlanta Summer Market, Furnitur dan Dekorasi Rumah Indonesia Raup Potensi Transaksi USD 2,4 Juta
×

Adsense

Adsense Mobile

Laris di Atlanta Summer Market, Furnitur dan Dekorasi Rumah Indonesia Raup Potensi Transaksi USD 2,4 Juta

Selasa, 26 Juli 2022 | 20.30 WIB Last Updated 2022-07-26T13:30:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Didi Sumedi
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi. (f/ist)

Atlanta, Mjnews.id - Produk furnitur dan dekorasi rumah Indonesia laris manis saat mengikuti pameran Atlanta Summer Market diAmericas Mart Convention Center, Atlanta, Amerika Serikat (AS). Pada pameran yang digelar 13–17 Juli 2022 ini, furnitur dan dekorasi rumah Indonesia meraup potensi transaksi lebih dari USD 2,4 juta atau sekitar Rp33 miliar. 

"Keikutsertaan Indonesia di Atlanta Summer Matket berhasil memperoleh potensi transaksi sebesar USD 2,4 juta. Adapun produk yang menarik perhatian adalah produk mainan dengan bentuk peta AS dalam bentuk 3D, produk kayu cemara, peralatan perkakas terbuat dari kayu, kotak penyimpanan anggur dan rokok," ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/07/2022).

Didi juga menyampaikan, promosi ini dapat berfungsi sebagai katalis untuk meningkatkan ekspor produk furnitur dan dekorasi rumah Indonesia ke AS. 

“Produk Indonesia yang akan melakukan penetrasi pasar ke Amerika Serikat harus memiliki unsur yang lekat dengan kebudayaan setempat. Dengan cara ini, produk Indonesia dapat menarik perhatian buyer dengan mudah dan diterima mudah di pasar Amerika Serikat,” ujar Didi.

Sementara itu, Kepala Indonesian Trade Promotion Center Bayu Nugroho menyampaikan, keikutsertaan pada pameran ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke pasar AS. 

Berdasarkan data IHS Market, nilai ekspor Indonesia ke AS pada 2021 untuk produk furnitur adalah sebesar Rp 26 triliun rupiah dan Rp7 triliun rupiah untuk produk dekorasi rumah. Kedua nilai tersebut secara berturut-turut naik 26,1 persen dan 41,9 persen dibandingkan 2020.

“Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapatkan preferensi tarif khusus untuk masuk ke pasar Amerika Serikat melalui skema Generalized System of Preference (GSP), khususnya produk turunan furnitur (HS 94). Diharapkan dengan memanfaatkan GSP tersebut, produk furnitur Indonesia dapat bersaing dengan negara lain karena adanya keringanan pajak/tanpa bea masuk,” jelas Bayu.

Pada ajang ini, Paviliun Indonesia menampilkan sembilan produsen furnitur dan dekorasi rumah. Produsen tersebut yakni PT Soloputri Indonesia Sejahtera dengan produk artisan tekstil; Kayana Home’s Living (furnitur dapur), Littlemonq (mainan anak dan dekorasi rumah), Lutfigani Décor (dekorasi rumah); CV Pitoyo Indo Furniture (furnitur), Ruby Craft (kerajinan kayu), Artisanvii Furniture (furnitur), PT Fara Cipta Kreasi Internasional (furnitur), dan PT Solo Kreatif Internasional (kerajinan tangan). 

“Salah satu keunikan pada pameran, Paviliun Indonesia juga dikunjungi pembeli perhiasan yang tengah mencari sumber alternatif selain dari India dan Tiongkok,” pungkas Bayu.

(Eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update