Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Bandung, Mendag: Stok Tersedia, Harga Bapok Terus Turun
×

Adsense

Adsense Mobile

Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Bandung, Mendag: Stok Tersedia, Harga Bapok Terus Turun

Senin, 25 Juli 2022 | 15.47 WIB Last Updated 2022-07-25T08:47:30Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Zulkifli Hasan pantau pasar
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan pantau harga bahan pokok di pasar Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (f/kemendag)

Kabupaten Bandung, Mjnews.id - Ibu-ibu rumah tangga pantas berbahagia. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan tren penurunan harga sejumlah barang kebutuhan pokok (bapok) terus terjadi di sejumlah pasar rakyat di Indonesia.

Harga minyak goreng curah bahkan turun di bawah HET Rp14.000/liter turun menjadi Rp12.500/liter. Harga minyak goreng kemasan premium turun menjadi Rp17.000/liter. 

Kali ini penurunan harga sejumlah bapok terpantau pada kunjungan kerja Mendag Zulkifli Hasan di Pasar Baru Cicalengka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (25/07/2022). 

Turut hadir Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan ikut mendampingi Mendag Zulkifli Hasan yaitu Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra dan Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggriono.

“Hasil pantauan di Pasar Baru Cicalengka menunjukkan harga bapok terpantau terus turun dan stoknya mencukupi kebutuhan masyarakat. Sedangkan harga sejumlah komoditas bapok lainnya tercatat stabil,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan. 

Harga bapok yang terpantau turun yaitu beras medium turun 5 persen menjadi Rp9.500/kg, beras premium turun 12 persen menjadi Rp11.000/kg, minyak goreng curah sudah sesuai HET turun 12,5 persen menjadi Rp12.600/liter, minyak goreng kemasan turun 26,09 persen menjadi Rp17.000/liter, cabai merah keriting turun 12,50 persen menjadi Rp70.000/kg, cabe rawit merah turun 27,78 persen menjadi Rp70.000/kg, dan bawang merah turun 33,33 persen menjadi Rp40.000/kg.

Sedangkan komoditas yang harganya stabil yaitu daging sapi Rp135.000/kg, telur ayam ras Rp28.500/kg, dan bawang putih Rp24.000/kg.

Pedagang sayur-mayur di Pasar Sehat Cicalengka, Herman bersyukur karena harga bawang dan cabe sudah mulai turun. 

"Kalau harga naik, pembeli susah. Harga turun memudahkan masyarakan. Masyarakat yang berbelanja sekarang mulai bertambah," ujarnya. 

Sementara itu pengunjung di Pasar Sehat Cicalengka, Eli menyampaikan rasa senangnya atas penurunan sejumlah harga bapok. 

"Saya senang harga sudah turun. Harapan saya harga-harga tidak naik lagi," ucapnya. 

Pantauan Harian Harga Rata-Rata Nasional
Kemendag terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan barang kebutuhanan pokok secara harian melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) di 216 pasar di 90 kabupaten/kota Seluruh Indonesia. Per 22 Juli 2022 dibandingkan bulan lalu terpantau harga komoditas yang tercatat stabil yaitu beras.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu minyak goreng curah turun 9,76 persen menjadi Rp14.800/liter, minyak goreng kemasan sederhana turun 11,66 persen menjadi Rp19.700/liter, minyak goreng kemasan premium turun 8,17 persen menjadi Rp23.600/liter, cabe rawit merah turun 16,20 persen menjadi Rp78.100/kg, daging ayam ras turun 3,96 persen menjadi Rp36.400/kg, gula pasir turun 0,68 persen menjadi Rp14.500/kg, dan bawang putih kating turun 3,53 persen menjadi Rp30.100/kg.

Untuk minyak goreng, berdasarkan pantauan harian Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan di 216 pasar di seluruh Indonesia, harga minyak goreng curah secara rata-rata nasional sebesar Rp14.808/liter, turun 9,22 persen jika dibandingkan bulan lalu.

Rata-rata harga minyak goreng curah di pulau Jawa dan Sumatra sudah sesuai HET Rp14.000/liter, bahkan untuk Pulau Jawa dan Bali sudah mencapai Rp13.027/liter. 

Sementara di Provinsi lain juga sudah menunjukkan tren penurunan dengan rincian rata-rata harga untuk wilayah Kalimantan Rp14.244/liter, Sulawesi Rp15.086/liter, Nusa Tenggara Rp16.125/liter, Maluku dan Papua sebesar Rp20.746/liter.

Harga minyak goreng curah di wilayah selain pulau Jawa-Bali dan Sumatra yang masih belum sesuai HET menggambarkan tantangan logistik yang dihadapi dalam pendistribusian program MGCR. MGCR tersedia sudah tersedia di 17.758 pengecer mitra PUJLE yang tersebar di 271 kabupaten/kota di 27 provinsi dengan tanda khusus/spanduk HET.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

×
Berita Terbaru Update