Sekjen Kemendagri Minta ASN Biro Ortala Internalisasikan Nilai-Nilai BerAKHLAK
×

Adsense

Adsense Mobile

Sekjen Kemendagri Minta ASN Biro Ortala Internalisasikan Nilai-Nilai BerAKHLAK

Kamis, 28 Juli 2022 | 15.30 WIB Last Updated 2022-07-28T10:34:35Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Suhajar Diantoro
Suhajar Diantoro. (f/kemendagri)

Jakarta, Mjnews.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro meminta Aparatur Sipil Negera (ASN) yang bertugas pada Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kemendagri untuk menginternalisasikan nilai-nilai yang ada pada core values ASN, yaitu BerAKHLAK. Hal itu disampaikannya saat membuka dan memberikan arahan pada kegiatan OBSSESIF Eps. II "Sekjen Kemendagri menyapa: ASN Ortala Bangga Melayani Bangsa” pada Kamis (28/7/2022). 

“Saya berharap pada seluruh pegawai, betul-betul memahami ini (BerAKHLAK), initinya ‘Ber’ nya itu, supaya kita melayani ini dengan baik dan akuntabel,” kata Suhajar dalam acara yang digelar di Hotel Mercure Batavia Jakarta tersebut. 

Core values BerAKHLAK merupakan akronim dari “Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif”. Menurut Suhajar, hal itu harus ditanamkan bagi setiap pegawai, apa pun kewajiban dan tugas yang dibebankan kepadanya. Karena itu, penting bagi para pegawai untuk memiliki mental melayani. 

Lebih lanjut, Suhajar menegaskan, perlu ada perubahan mental yang berorientasi pada 'mental melayani'. Pola pikir inilah yang harus ditanamkan, diinternalisasikan, dan diterapkan sebagai budaya kerja. 

“Bagaimana agar kita betul-betul bisa melayani. Kalau kita tidak mampu melahirkan semangat melayani, itu birokrasi akan kacau,” tukasnya. 

Ia menambahkan, dengan semangat dan mental melayani, diharapkan ASN mampu melahirkan birokrasi yang membantu masyarakat, bukan malah menyusahkan rakyat. Oleh karena itu, perubahan paradigma sebagai pelayan masyarakat perlu ditanamkan pada ASN. Menurutnya, untuk melahirkan organisasi pelayanan publik yang efektif dibutuhkan transformasi menjadi organisasi yang mampu melayani. 

“Jadi kalau selagi kita tak mampu mengubah pemerintahan kita ini menjadi organisasi pelayanan efektif yang membuat rakyat jadi bahagia dan senang, maka percayalah (kita) tak akan maju,” pungkasnya.

(Eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update