Suparji Ahmad: Keputusan Kapolri Sudah Tepat Nonaktifkan Sementara Ferdy Sambo
×

Adsense

Adsense Mobile

Suparji Ahmad: Keputusan Kapolri Sudah Tepat Nonaktifkan Sementara Ferdy Sambo

Selasa, 19 Juli 2022 | 18.00 WIB Last Updated 2022-07-19T14:03:24Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Suparji Ahmad
Suparji Ahmad. (f/ist)

JAKARTA, Mjnews.id - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi menon-aktifkan sementara Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam Polri. Keputusan ini diumumkan pada Senin 18 Juli kemarin, menyusul terjadinya peristiwa penembakan Brigadir J oleh Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam di Kompleks Polri, di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Menanggapi hal itu, Pegiat Kelompok Diskusi Keadilan Sosial (KDKS), Suparji Ahmad menilai bahwa langkah Kapolri merupakan langkah tepat. Hal ini menurut Suparji sebagai usaha Polri untuk tetap independen. 

"Keputusan bapak Kapolri untuk menon aktifkan sementara Irjen Ferdy Sambo merupakan langkah bijak. Ini sebagai upaya agar Polri dalam mentuntaskan kasus dugaan tembak menembak ini tetap independen, transparan dan akuntabel," kata Suparji dalam siaran persnya, Selasa (19/07/2022).

Suparji tak menampik bahwa ada kemungkinan konflik kepentingan dalam kasus ini, karena bagaimanapun ini menyangkut keluarga Irjen Ferdy Sambo. Maka, Suparji mendukung penuh langlah Listyo untuk mencopot sementara Irjen Ferdy.

"Kita patut memberikan dukungan atas keputusan ini, karena penegakan hukum harus berdiri sendiri, tak boleh ada anasir-anasir lain yang justru kontra produktif dalam upaya pro justicia ini," tuturnya.

Ia berharap, pasca pencopotan sementara ini tim khusus yang sebelumnya sudah dibentuk Kapolri bisa bekerja lebih cepat, tepat dan leluasa. Sehingga temuan-temuan yang didapatkan selama penyelidikan atau penyidikan mengarah pada terangnya perkara.

"Spekulasi-spekulasi bisa surut dengan pencopotan sementara ini, namun harus dibarengi pula dengan kerja kepolisian yang presisi. Karena slogan itu sejatinya sedang diuji di kasus ini," tegas pria yang juga Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) ini.

Terakhir, ia tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mengawal kasus ini demi terciptanya keadilan sesungguhnya. Kita semua, kata dia, berharap penegakan hukum bisa membuahkan fakta sebenarnya sehingga tidak membuat masyarakat semakin bertanya-tanya. 

"Kita perlu bersama-sama harus tetap mengawal dan skeptis melihat perkembangan kasus ini agar perkara menjadi terang benderang. Dan Polri diharapkan bisa memberikan informasi yang semakin menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat," pungkasnya.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update