Dengarkan Curhat Mahasiswa Papua, Sultan Minta Pemda dan Kemendikbud Siapkan Asrama Khusus
×

Adsense

Adsense Mobile

Dengarkan Curhat Mahasiswa Papua, Sultan Minta Pemda dan Kemendikbud Siapkan Asrama Khusus

Kamis, 04 Agustus 2022 | 11.32 WIB Last Updated 2022-08-04T04:32:10Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Sultan B Najamudin dengarkan curhat mahasiswa Papua di Bengkulu
Sultan B Najamudin dengarkan curhat mahasiswa Papua di Bengkulu. (f/dpd)

PAPUA, Mjnews.id - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamudin meminta pemerintah daerah dan Dirjen Dikti kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyiapkan asrama atau mess khusus Mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan tinggi di semua daerah, khususnya Bengkulu.

Hal ini disampaikan Sultan setelah mendengarkan secara langsung curahan hati dan aspirasi beberapa Mahasiswa asal Papua di Kota Bengkulu pada Rabu (03/08/2022). 

"Kami mengapresiasi cara pemerintah untuk memberikan kesempatan belajar kepada generasi muda Papua di semua wilayah Indonesia. Selain bertujuan meningkatkan kualitas SDM, hal ini sangat penting untuk menjaga kohesivitas sosial dan kedekatan emosional antara pemuda mahasiswa Papua dengan mahasiswa dari wilayah setempat", ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Kamis (04/08/2022).

Menurutnya, keberadaan dan kebutuhan hidup mahasiswa Papua di semua daerah harus menjadi tanggungjawab pemerintah daerah setempat. Oleh karena itu Pemerintah daerah harus membangun koordinasi dengan Dikti sebagai penanggung jawab program tersebut.

"Kami ingin semua kebutuhannya akomodasi baik tempat tinggal dan konsumsi mahasiswa saat berkuliah diperhatikan secara khusus oleh pemerintah daerah. Semua kebutuhan pendidikan dan akomodasi pemuda mahasiswa, khususnya mahasiswa Papua di semua wilayah selain Papua merupakan tanggung jawab moral semua pihak di daerah", tegasnya.

Lebih lanjut mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu mengungkapkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan semua tokoh Papua di Senayan untuk bersama-sama memberikan perhatian lebih kepada mahasiswa Papua di Bengkulu dan daerah lainnya. 

"Proses menyatukan NKRI tidak sekedar dibangun atas dasar kesamaan nasib bangsa di masa lalu, namun lebih dari itu, karena kita memiliki kesamaan masa depan dan cita-cita berbangsa dan bernegara. Dan semua cita-cita luhur keadilan dan kesejahteraan bangsa ini hanya akan terwujud jika semua generasi muda bangsa memiliki kualitas intelektual dan emosional yang setara dan mengakar sejak dini", tutupnya.

(dpd/eds)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update