Disarpus Pasaman Barat Gelar PLM bagi Pengelola Perpustakaan Nagari dan TBM
×

Adsense

Adsense Mobile

Disarpus Pasaman Barat Gelar PLM bagi Pengelola Perpustakaan Nagari dan TBM

Kamis, 25 Agustus 2022 | 15.00 WIB Last Updated 2022-08-25T08:26:05Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Disarpus Pasaman Barat Gelar PLM bagi Pengelola Perpustakaan Nagari dan TBM
Disarpus Pasaman Barat Gelar PLM bagi Pengelola Perpustakaan Nagari dan TBM. (f/kominfo)

Pasbar, Mjnews.id - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disarpus) Kabupaten Pasaman Barat menggelar Peer Lear Meeting (PLM) bagi pengelola Perpustakaan Nagari dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang ada di Kabupaten Pasaman Barat. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yang dimulai pada Rabu hingga hari ini, Kamis (25/8/2022).

Kepala Disarpus Pasbar Muharram, S.Sos mengatakan, seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, perpustakaan juga dituntut semakin berkembang dalam meningkatkan kualitasnya.

"Menurut S. R Ranganathan perpustakaan adalah organisasi yang terus-menerus berkembang melakukan transformasi dan inovasi baru dari waktu ke waktu yang tidak hanya berdiam diri saja," kata Muharram.

Ia menambahkan, perpustakaan dituntut untuk melakukan pengembangan modal sosial kepada para pemustaka untuk problem solving peningkatan soft skill dan untuk menciptakan karya kreatif serta inovatif yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan mereka berada sehingga masyarakat menjadi berdaya.

"Perpustakaan nagari yang berada di tengah-tengah masyarakat memberikan banyak kebermanfaatan. Perpustakaan nagari tidak hanya sebagai lembaga informasi yang menyediakan koleksi buku untuk dibaca oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan minat baca. Lebih dari itu perpustakaan nagari juga berfungsi untuk pemberdayaan masyarakat perpustakaan nagari melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui tiga aspek yaitu aspek guna manusia, aspek bina lingkungan, aspek bina kelembagaan. Hal  tersebut merupakan cerminan dari program-program peningkatan kesejahteraan melalui ketiga aspek tersebut," ujarnya. 

Dengan digelarnya kegiatan PLM ini, diharapkan dapat diketahui sejauh mana nagari merealisasikan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Seperti pelaksanaan kegiatan peningkatan layanan pelibatan masyarakat dan publikasi media. Melalui PLM ini masing-masing pengelola bisa saling share keberhasilan atas pelaksanaan program transformasi berbasis inklusi sosial.

"Diharapkan perpustakaan yang belum punya kegiatan termotivasi, untuk dapat membuat dan melaksanakan kegiatan nantinya," kata Muharram.

(dedi)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update