Duet Prabowo-Muhaimin Paling Potensial Menang di Pilpres 2024
×

Adsense

Adsense Mobile

Duet Prabowo-Muhaimin Paling Potensial Menang di Pilpres 2024

Rabu, 31 Agustus 2022 | 22.00 WIB Last Updated 2022-08-31T15:00:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

JAKARTA, Mjnews.id - Hasil survei yang dilakukan Arus Survei Indonesia (ASI) menunjukkan pasangan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar sebagai duet paling potensial memenangkan Pemilihan presiden (Pilpres) 2024. 
 
Dalam simulasi empat pasangan calon, duet Prabowo – Gus Muhaimin memiliki tingkat elektabilitas (27,1%), disusul duet Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (24,8%), Ganjar Pranowo-Puan Maharani (23,9%), dan Airlangga Hartarto-Erick Thohir (16,1%). Sisanya 8,2% mengaku tidak tahu/tidak jawab.
 
Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia Ali Rif’an mengatakan, dari hasil survei bertajuk ”Preferensi Pemilih Dan Peta Elektoral 2024” yang dirilis, Rabu (31/8/2022), Prabowo dan Muhaimin juga berada di urutan teratas bakal capres atau cawapres paling potensial untuk klaster ketua umum partai politik.

”Prabowo Subianto berada di urutan teratas dengan tingkat elektabilitas 25,7%, disusul Gus Muhaimin (18,8%), dan Agus Harimurti Yudhoyono (16,9%),” katanya.
 
Ali mengatakan, dalam survei tersebut juga terungkap latar belakang kandidat presiden dan wakil presiden yang paling mempengaruhi pilihan responden adalah rekam jejak (76,6%), agama (68,8%), dan gender (49,8%) sebagai tiga besar, disusul usia (47,5%), asal daerah (30,9%), dan suku (22,7%). 

Terkait tokoh-tokoh yang paling mempengaruhi dalam memilih calon presiden dan wakil presiden tertuju pada tokoh politik (29,1%) dan tokoh agama (27,0%) yang paling tinggi, disusul tokoh masyarakat (15,2%), artis/influencer (14,5%), dosen/guru (5,0%), dan orang tua (2,2%). Sisanya 7,0% mengaku tidak tahu/tidak jawab. 

Terkait preferensi profil pasangan kandidat presiden dan wakil presiden, pasangan nasionalis-religius (45,8%) paling banyak dipilih, disusul religius-nasionalis (30,7%), nasionalis-abangan (9,0%), dan nasionalis-sekuler (8,0%), dan yang tidak jawab/tidak tahu 6,5%. Sebanyak 51,5% responden mengatakan lebih suka dengan kombinasi presiden-wakil presiden dari Jawa-non Jawa, sementara yang mengatakan biasa saja 42,5%, tidak suka 3,1%, dan 2,9% mengatakan tidak tahu/tidak jawab.

Survei tersebut dilaksanakan pada tanggal 12 – 18 Agustus 2022 di 34 provinsi di Indonesia dengan cara telesurvei. Responden diwawancara melalui kontak telepon menggunakan kuesioner. Metode penarikan sampel Multistage Random Sampling. Jumlah responden 1200 responden  dengan margin of error +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.

(*/eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update