Enam Provinsi Dapat Penghargaan Perlindungan Konsumen dari Kemendag
×

Adsense

Adsense Mobile

Enam Provinsi Dapat Penghargaan Perlindungan Konsumen dari Kemendag

Rabu, 31 Agustus 2022 | 19.00 WIB Last Updated 2022-08-31T12:00:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Samarinda, Mjnews.id - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menganugerahkan penghargaan perlindungan konsumen kepada 6 provinsi di Indonesia. 

Apresiasi ini diberikan kepada pemerintah daerah yang telah mendukung upaya perlindungan konsumen di wilayahnya masing-masing. 

Penganugerahan berlangsung hari ini, Rabu 31 Agustus  2022 di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Turut hadir pada acara ini Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Pada acara ini Mendag Zulkifli Hasan didampingi Inspektur Jenderal Kemendag Didid Noordiatmoko, Direktur Jenderal perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggrijono, Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra, serta Staf Ahli Bidang Manajemen dan Tata Kelola Frida Adiati.

“Saya sangat mengapresiasi seluruh pemerintah daerah yang telah mendukung kegiatan perlindungan konsumen di wilayahnya. Komitmen dari pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga konsistensi perlindungan konsumen secara berkelanjutan sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk turut menyelenggarakan kegiatan di bidang perlindungan konsumen,” ujar 
Mendag Zulkifli Hasan.

Penghargaan Perlindungan Konsumen diberikan kepada Kepala Daerah yang meliputi 6 Daerah Peduli Perlindungan Konsumen, yakni Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Bali, Provinsi Sumatra Utara, dan Provinsi Kalimantan Barat. 

Ada 6 Pasar Rakyat yang memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat yaitu berada di Kota Samarinda, Kota Padang, Kota Semarang, Kota Malang, Kota Mataram, dan Kabupaten Karawang; 17 Daerah Tertib Ukur; serta 4 daerah yang mewakili 337 Pasar Tertib Ukur.

Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan, konsumen merupakan ujung tombak dalam peningkatan perekonomian nasional maupun lokal. 

“Kontribusi konsumsi masyarakat memberikan nilai tambah dan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) nasional maupun lokal. Untuk itu, masyarakat konsumen perlu terus diperhatikan, ditumbuhkembangkan, dan dilindungi agar menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di sektor perdagangan,” ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Salah satu sasaran Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan kinerja perdagangan dalam negeri adalah terwujudnya konsumen berdaya dan pelaku usaha bertanggung jawab.

Upaya ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal, dan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 tentang Perdagangan.

Hingga saat ini terdapat 76 Daerah Tertib Ukur, 2.219 Pasar Tertib Ukur, 60 pasar rakyat ber-SNI Pasar Rakyat. 

Meningkatnya jumlah pemerintah daerah yang menerima penghargaan perlindungan konsumen menunjukkan adanya komitmen kuat dari pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat konsumen di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional.

Perlindungan kepada masyarakat konsumen yang telah dilakukan pemerintah daerah merupakan salah satu upaya yang dapat mempercepat tumbuh kembalinya ekonomi lokal di daerah masing-masing dan tentunya ekonomi nasional, dengan meningkatkan dan menumbuhkan kembali kepercayaan dalam bertransaksi serta memberikan perlindungan terhadap peredaran barang dan jasa yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Untuk memastikan kesinambungan penyelenggaraan perlindungan konsumen di daerah, Mendag Zulkifli Hasan berpesan kepada para kepala daerah untuk mengawal pembentukan dan aktivasi Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) di daerah, sehingga dapat memfasilitasi penanganan pengaduan konsumen, penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan konsumen melalui Gerakan Masyarakat Melek Metrologi (3M) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat di bidang metrologi legal.

“Gerakan ini diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap ukuran, takaran, dan timbangan khususnya dalam transaksi perdagangan, serta pembentukan Pasar Rakyat ber-SNI dan Pasar Tertib Ukur untuk menumbuhkan daya saing pasar rakyat di tengah persaingan dengan pasar modern,” ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggrijono menambahkan, Indeks Keberdayaan Konsumen tahun 2021 berada pada Level Mampu (Indeks 50,39). Artinya, para konsumen Indonesia mampu menggunakan hak dan kewajibannya untuk menentukan pilihan terbaik serta menggunakan produk dalam negeri, namun belum sepenuhnya menegakkan hak-haknya sebagai konsumen. 

Diharapkan ke depannya, indeks ini akan terus meningkat menjadi level "Kritis" dan pada akhirnya menjadi "Berdaya".

Kunjungan ke Pasar Merdeka
Pada hari yang sama, Mendag Zulkifli Hasan melakukan kunjungan ke Pasar Merdeka, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. 

Pasar ini merupakan salah satu pasar yang telah memenuhi persyaratan SNI Pasar Rakyat (SNI 8152:2021 Pasar Rakyat). 

Dalam kunjungannya, Mendag Zulkifli Hasan juga melakukan pengecekan harga barang pokok dan memantau ketersediaan minyak goreng murah di pasar tersebut.

Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan, Pasar Merdeka menjadi pasar pertama di Provinsi Kalimantan Timur dan pasar kedua di Pulau Kalimantan yang memperoleh penghargaan sertifikat SNI Pasar Rakyat.

"Pasar merdeka bagus, lengkap, dan bersih, pembayaran bisa secara digital QRIS," kata Mendag Zulkifli Hasan.

Pasar Merdeka merupakan pasar rakyat yang mendapat Penghargaan SNI Pasar Rakyat. Pasar ini diharapkan dapat mendorong pasar-pasar lain di Kalimantan Timur untuk dapat berkomitmen menerapkan SNI Pasar Rakyat. Untuk mendapatkan SNI Pasar Rakyat, pasar harus memenuhi persyaratan yang terdiri atas persyaratan umum, teknis, dan pengelolaan pasar rakyat. 

Persyaratan umum terdiri atas pemenuhan aspek legalitas dokumen, lokasi pasar, kebersihan dan kesehatan, serta keamanan dan kenyamanan. Selanjutnya, persyaratan teknis terdiri atas aspek ruang dagang, aksesibilitas dan zonasi, pos ukur ulang dan sidang tera, fasilitas umum, elemen bangunan, keselamatandalam bangunan, pencahayaan, sirkulasi udara, drainase, ketersediaan air bersih, pengelolaan air limbah, pengelolaan sampah, sarana teknologi informasi dan komunikasi, serta digitalisasi pasar rakyat.

Sedangkan, aspek pengelolaan pasar terdiri atas adanya tugas pokok dan fungsi pengelola pasar, adanya prosedur kerja pengelola pasar, adanya struktur pengelola pasar, serta pemberdayaan pedagang.

Sementara berdasarkan pantauan, harga beberapa barang kebutuhan pokok di Pasar Merdeka dibanding bulan sebelumnya tercatat stabil. Misalnya, komoditas beras, minyak goreng, dan daging sapi. Bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan. 

Komoditas cabai turun 9—28 persen, bawang merah 3—4 persen, dan bawang putih turun 9 persen. Sedangkan, komoditas yang mengalami kenaikan yakni tepung terigu dan telur ayam.

"Harga telur yang diambil dari Surabaya masih agak tinggi dan diharapkan akan segera turun. Sementara komoditas lain stabil dan cenderung turun," kata Mendag Zulkifli Hasan.

Pada 31 Agustus 2022 harga beras medium di Pasar Merdeka tercatat Rp10.000/kg, beras premium (Rp12.000/kg), gula pasir (Rp15.000/kg), minyak goreng curah (Rp13.500/liter), minyak goreng Minyakita (Rp14.000/liter), minyak goreng kemasan premium (Rp22.000/liter), tepung terigu (Rp11.000/kg), daging sapi (Rp160.000/kg), daging ayam (Rp30.000/kg), telur ayam (Rp32.000/kg), cabai merah (Rp50.000/kg), bawang merah (Rp30.000/kg), serta bawang putih (Rp20.000/kg).

Secara nasional, sebagian besar harga barang kebutuhan pokok per 31 Agustus 2022 berada dalam tren penurunan signifikan jika dibandingkan bulan lalu dan minggu lalu kecuali telur ayam dan tepung terigu.

Kunjungan Produk Unggulan UMKM Kalimantan Timur
Mengakhiri kunjungan kerjanya ke Samarinda, Kalimantan Timur, Mendag Zulkifli Hasan juga menghadiri pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan Kalimantan Timur yang diadakan di selasar Hotel Bumi Senyiur Kota Samarinda. 

Pameran tersebut melibatkan 24 pelaku UMKM yang menampilkan kerajinan rakyat, fesyen, dan pangan olahan.

(Eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update