Gunakan Visa Palsu, Tiga WNA Pakistan Diamankan Pihak Imigrasi
×

Adsense

Adsense Mobile

Gunakan Visa Palsu, Tiga WNA Pakistan Diamankan Pihak Imigrasi

Kamis, 18 Agustus 2022 | 18.00 WIB Last Updated 2022-08-18T12:32:29Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Jakarta, Mjnews.id - Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas 1 Khusus TPI Soekarno-Hatta mengamankan tiga warga negara asing (WNA) berkebangsaan Pakistan yang berupaya memasuki Wilayah Republik Indonesia dengan menggunakan visa Republik Indonesia yang diduga palsu. 

Ketiga WNA tersebut berjenis kelamin laki-laki itu dengan inisial masing-masing AMK (45), OB (44), dan SZ (30). Dimana para pelaku ini melakukan perjalanan ke Jakarta dari Kuala Lumpur pada 15 Agustus 2022 dengan menggunakan penerbangan Malindo Air (OD 348) dan Batik Air (ID 7283). 

Pada saat yang bersangkutan tiba dan dilakukan pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi, petugas menemukan bahwa visa C314 (Investor) yang dipergunakan oleh OB dan SZ tidak tercatat dalam sistem penerbitan visa Direktorat Jenderal Imigrasi. 

Sementara visa C314 yang dimiliki oleh AMK tercatat dalam sistem penerbitan visa ternyata milik orang asing atas nama ANU dengan sponsor SIJ. Curiga dengan hal tersebut, ketiganya kemudian diserahkan kepada Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Muhammad Tito Andrianto menjelaskan, dari hasil penyelidikan sementara, diketahui ketiga pelaku tersebut saling mengenal. OB adalah pemilik sekaligus Direktur pada PT AGSB yang berlokasi di Malaysia, sementara SZ bekerja sebagai General Manager (GM) di perusahaan tersebut. AMK diketahui merupakan CEO dari PT MOI yang juga berada di Malaysia. 

Kedua perusahaan ini memiliki kerjasama 
dalam ekspor minyak sawit dari Malaysia ke Afghanistan. Berdasarkan pengakuan 
ketiganya, mereka akan melakukan kunjungan bisnis ke tiga perusahaan sawit di Indonesia dengan inisial GA, GPO, dan APO yang ketiganya berlokasi di Jakarta. 

"Ketiga pelaku mengakui tidak pernah mengajukan permohonan Visa Republik Indonesia melalui Aplikasi Visa Online Ditjen Imigrasi, mereka menggunakan agen pengurus visa berinisial RM (WN Pakistan) dan RH (WN Pakistan)," ujar Tito, di Kanim Soekarno-Hatta, Kamis (18/8/2022).

OB merogoh kocek hingga 15.000 Ringgit kepada RM untuk 2 Visa Limited Stay Permit atas nama dirinya sendiri dan SZ. Sedangkan AMK mengaku telah membayar biaya pengurusan visa sejumlah 12.000 Ringgit kepada RH. 

Petugas menduga bahwa RM dan RH yang merupakan warga negara Pakistan merupakan sindikat pemalsuan visa yang beroperasi di Malaysia.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dapat dijerat dengan Pasal 121 huruf (b) Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Tito menuturkan, saat ini Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta sedang melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang berpotensi terlibat dalam kasus tersebut. termasuk memanggil perusahaan-perusahaan yang disebutkan oleh ketiga WNA di atas. 

“Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Saudara AMK, OB, dan SZ termasuk memanggil perusahaan-perusahaan yang disebutkan oleh ketiganya dalam pemeriksaan yang akan bekerjasama dengan perusahaannya di Malaysia. Kepada ketiganya saat ini telah kami tempatkan di ruang detensi imigrasi untuk keperluan penyelidikan”, ungkapnya. 

(bs)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update