Jembatan Sungai Oyo Semakin Parah, Ketua DPRD Nisbar: Kalau Tidak Sanggup, Jujur Saja!
×

Adsense

Adsense Mobile

Jembatan Sungai Oyo Semakin Parah, Ketua DPRD Nisbar: Kalau Tidak Sanggup, Jujur Saja!

Kamis, 04 Agustus 2022 | 08.00 WIB Last Updated 2022-08-04T04:20:15Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Truk terperosok di Jembatan Sungai Oyo
Truk terperosok di Jembatan Sungai Oyo Dewa Tuwuna, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara. (f/kominfo)

Nias Barat, Mjnews.id - Masyarakat Nias Barat merasa sangat kecewa atas janji Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi yang akan membangun Jembatan Sungai Oyo Desa Tuwuna, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, hingga sekarang belum terealisasi.

Jembatan Sungai Oyo merupakan akses utama jalan keluar masuk kendaraan baik dari Nias Barat - Gunungsitoli.

Sebelumnya, Edy Rahmayadi di hadapan masyarakat pada pra Musrenbang di Nias Selatan mengatakan akan segera membangun jembatan Sungai Oyo pada awal April 2022.

Edy kembali mengulangi janjinya saat penutupan Festival Pesona Aekhula (FPA) Juni Lalu. Namun, kenyataannya janji tersebut sampai sekarang belum juga terealisasi.

Saat Mjnews.id mengonfirmasi kepada Kepala UPTJJ Gunungsitoli Rizak Taruna Zega, disebutkan, Jembatan Sungai Oyo akan dikerjakan mulai tahun ini. Namun, waktu pelaksanaan masih pembahasan mekanisme."

Hal itu jadi prioritas utama kita untuk dikerjakan, karena alasan yang sama yaitu vital bagi akses ke Nias Barat dan kondisinya sudah sangat genting.

Memang tahun ini, namun kita punya mekanisme nggak serta merta sesuai selera kita," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Rabu (3/8/2022).

Ia juga mengklaim jika pun terjadi insiden kendaraan yang terperosok, pihaknya langsung gerak cepat ke lokasi memperbaiki dan mengganti papan kayu Jembatan Oyo yang sudah lapuk/rusak.

"Selama ini kita selalu melakukan perbaikan. Kita tidak pernah lepas tanggungjawab atas ruas jalan provinsi yang menjadi kewajiban kita," katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Nias Barat, Evolut Zebua sangat menyayangkan pernyataan Kepala UPTJJ Gunungsitoli yang seakan tidak paham mana situasi genting dan tidak, karena tidak memberikan jawaban yang pasti tentang kapan pelaksanaan pembangunan.

Kita minta UPTJJ Gusit serius menangani hal ini, ada biaya pemeliharaan untuk jembatan tersebut. Memang mereka harus gerak cepat kalau ada kendala, tapi bukan sekedar memperbaiki mengganti kayu cukup.

Seharusnya untuk upaya darurat yang dilakukan juga harus memikirkan kualitas kayu, di mana kayu yang diganti juga harus dilapis. Jangan sampai nunggu korban jiwa dulu baru dibangun.

Mekanisme memang ada tapi tidak selama itu pembahasannya. Kalau situasinya darurat, itu harusnya sudah bisa dibangun, bukan ditunda-tunda lagi," tegasnya.

Ia juga menegaskan apabila pihak provinsi tidak sanggup mengerjakanya lebih baik jujur, biar diusulkan agar Pemkab Nisbar yang mengambil ahli. Hal tersebut penting mengingat Jembatan Sungai Oyo merupakan jalan satu-satunya keluar masuk kendaraan.

Evolut mengatakan, rusaknya jembatan akan memberikan kerugian besar kepada masyarakat dan Pemkab Nisbar sendiri.

"Kalau ada jalan lain tidak masalah meski harus keliling, mungkin masyarakat rela lewati jalan keliling itu. Masalahnya ini tidak ada. Jembatan itu akses utama, jadi kita minta perhatian khusus Pak Gubernur.

Jika jembatan ini rusak ada banyak kerugian yang ditimbulkan. Apalagi, apa-apa sekarang mahal, jadi makin mahal biaya hidup masyarakat," katanya. 

(Emuni)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update