Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Sentral IKM Gunung Medan Segera Disidangkan
×

Adsense

Adsense Mobile

Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Sentral IKM Gunung Medan Segera Disidangkan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 20.23 WIB Last Updated 2022-08-16T13:23:54Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

DHARMASRAYA, Mjnews.id - Kado menjelang hari Kemerdekaan tentang dugaan korupsi pembangunan, sentral Industri Kecil dan Menengah (IKM), di Nagari Gunung Medan, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat akan dilanjutkan ke Meja Hijau.

Dalam kasus tersebut, 6 orang ditetapkan menjadi tersangka,1 orang dari tersangka tersebut adalah Oknum ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kajari Dharmasraya, M Haris Hasbullah melalui Kasi Pidsus Afdal Saputra, pada hari Selasa (16 Agustus 2022) saat ditemui awak media di ruangannya.

Kajari mengatakan, betul sekali. Kami dari Kejaksaan Negeri Dharmasraya berapa hari lalu tepatnya pada Kamis (11/08/22) menerima pelimpahan Berkas Perkara tentang korupsi pembangunan sentral Industri Kecil dan Menengah (IKM), di Nagari Gunung Medan, Kabupaten Dharmasraya dari Penyidik Kejati Sumatera Barat.

Dalam kasus dugaan korupsi tersebut, menerima 6 orang tersangka dan kemudian 1 orang dari tersangka adalah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.

Kasus korupsi ini merupakan tahap dua yang diserahkan kelanjutan kasusnya oleh penyidik Kejati Sumbar kepada JPU Kejaksaan Dharmasraya, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan, sentral Industri Kecil dan Menengah (IKM), di Nagari Gunung Medan.

Ke Enam tersangka tersebut yakni, tiga orang sebagai penyedia atau kontraktor berinisial, A, Z dan EY. Sedangkan EO merupakan ASN pada Dinas Kumperdag sebagai PPK dalam proyek tersebut serta S Konsultan pengawas dan Z tersandung dalam kasus tindak pidana pencucian uang.

Ke enam tersangka ini sudah kita lakukan penahan untuk memudahkan kelancaran persidangan nantinya, Dimana, empat tersangka dititipkan di LP KLS III Dharmasraya, satu di Rutan Anak Aia Padang dan satu lagi berinisial EO dititipkan di Rutan Polres Dharmasraya.

Mereka kita titipkan selama 20 hari kedepan untuk mempersiapkan kelengkapan berkas perkara, sebelum dilimpahkan ke pengadilan, Dijelaskanya, bahwa ke enam tersangka tersebut diduga melakukan tindak pidana korupsi pengerjaan pembangunan IKM Logam tahun 2019 pada Dinas Kumperdag Dharmasraya dengan pagu dana sebesar Rp. 6,6Miliar.

"Sesuai Audit BPKP, Negara dirugikan sebesar lebih kurang Rp. 635 juta," ungkap Kasi Pidsus.

Ia mengemukakan, bahwa tersangka dijerat pasal 2 dan 3 UU tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun. Sedangkan bagi Z dikenakan Pasal 5 tindak pidana pencucian uang.

(eko)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update