Pantau Penerapan Digitalisasi Pasar Rakyat, Mendag: Lebih Efisien, Omzet Meningkat
×

Adsense

Adsense Mobile

Pantau Penerapan Digitalisasi Pasar Rakyat, Mendag: Lebih Efisien, Omzet Meningkat

Kamis, 18 Agustus 2022 | 16.30 WIB Last Updated 2022-08-18T09:30:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Zulkifli Hasan pantau penerapan digitalisasi pasar rakyat
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan pantau penerapan digitalisasi pasar rakyat. (f/kemendag)

Jakarta, Mjnews.id - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melakukan kunjungan ke Pasar Tomang Barat, Jakarta, pada Kamis 18 Agustus 2022.

Tujuannya, memantau penerapan digitalisasi pasar rakyat melalui lokapasar (marketplace) Grab Mart sekaligus memantau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok.

Pada kegiatan ini, Mendag Zulkifli Hasan didampingi Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto. Turut hadir Director of Central Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy.

"Tidak bisa dipungkiri, platform digital itu penting untuk mempertemukan penjual dan pembeli agar lebih mudah, efisien, omzetnya naik, dan banyak untung," kata Mendag Zulkifli Hasan. 

Mendag Zulkifli Hasan berharap digitalisasi perdagangan yang dilakukan di pasar rakyat dan pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) menjadi salah satu upaya untuk membangkitkan perekonomian di daerah dan meningkatkan omzet pedagang pasar.

Selain itu, dapat membantu menjaga stabilisasi harga barang kebutuhan pokok serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan pascapandemi.

Dengan jumlah lebih dari 64 juta unit, UMKM Indonesia memiliki potensi untuk mengakselerasi transformasi digital sektor perdagangan dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. 

Pasar Tomang Barat merupakan salah satu Pasar Rakyat yang telah menerapkan digitalisasi dengan membuka akun toko (on boarding) dan memasarkan produknya pada lokapasar Grab Mart. 

Sebelumnya, Mendag Zulkifli Hasan juga memantau penerapan digitalisasi pasar di Pasar Cicalengka, Bandung Barat, Jawa Barat pada 25 Juli 2022 lalu.

Pada 2022, Kemendag menargetkan penerapan digitalisasi tahun 2022 di 1.000 Pasar Rakyat dan 1.000.000 UMKM di seluruh Indonesia. Selain bekerja sama dengan lokapasar, target tersebut diwujudkan melalui beberapa kerja sama dan kolaborasi nyata dengan berbagai pemangku kepentingan seperti dengan Bank Indonesia melalui Program Transaksi Nontunai Sehat, Inovatif, Aman, Pakai (SIAP) Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

"Kita menargetkan seribu digitalisasi pasar rakyat dengan sejuta UMKM yang bekerja sama dengan platform digital. Diharapkan dengan platform digital, omzet pedagang pasar bisa meningkat. Dengan bergabungnya platform digital, pedagang bisa memasarkan dan menyerbu pasar internasional. Termasuk pelaku usaha besar untuk membuka gerai di luar negeri," terang Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag Zulkifli Hasan juga mengimbau pengelola pasar dan dinas yang membidangi perdagangan di daerah untuk turut menyosialisasikan dan mendorong program digitalisasi pasar rakyat kepada pengelola pasar dan pedagang pasar. Tujuannya, untuk mempercepat program digitalisasi pasar rakyat di Indonesia. 

"Kita akan membina pasar agar bekerja sama dengan platform digital melalui pelatihan," imbuh Mendag Zulkifli Hasan.

Sementara Tirza mengatakan, digitalisasi di pasar rakyat merupakan salah satu inisiatif yang ditingkatkan di tahun ini.

Grab percaya akan potensi UMKM Indonesia dan digitalisasi melalui Grab Mart dapat menjadi wadah bagi para pedagang pasar atau UMKM untuk mengembangkan usaha mereka. 

PT Grab Teknologi Indonesia menyambut baik upaya ini dan berharap terus memperoleh dukungan dari berbagai instansi pemerintah. 

Grab juga berharap dapat menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Kementeria Perdagangan dalam mendukung digitalisasi pasar rakyat.

Pantau Harga dan Ketersediaan Kebutuhan PokokPada kunjungan ke Pasar Tomang, Mendag Zulkifli Hasan juga memantau ketersediaan barang kebutuhan pokok. 

Menurutnya, harga barang kebutuhan pokok di Pasar Tomang Barat terpantau stabil.

"Harga rata-rata nasional minyak goreng curah stabil Rp14.000 perliter, bahkan sekarang sudah dijual dalam kemasan. Di Pulau Jawa bahkan ada yang di bawah Rp14.000 perliter. Untuk telur mengalami sedikit kenaikan dari minggu lalu. Sedangkan ayam turun," jelas Mendag Zulkifli Hasan.

Berdasarkan hasil pantauan, tercatat harga beras medium Rp10.500 perkilogram beras premium Rp12.000 perkilogram, gula pasir Rp14.500 perkilogram, migor curah Rp12.600/perliter, migor Minyakita Rp14.000perliter, migor kemasan premium Rp20.000—23.000 petliter, tepung terigu Rp12.000 perkilogram, daging sapi Rp150.000—160.000 perkilogram, daging ayam ras Rp31.000 perkilogram, telur ayam ras Rp32.000 perkilogram, cabai merah keriting Rp80.000 perkilogram, cabai merah besar Rp80.000 perkilogram cabai rawit merah Rp60.000 perkilogram, bawang merah Rp36.000 perkilogram, serta bawang putih Rp30.000 perkilogram.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update