Pelatihan Kerajinan Batok Kelapa, Kayu dan Bambu Disnaker KUM Nias Barat Ditutup
×

Adsense

Adsense Mobile

Pelatihan Kerajinan Batok Kelapa, Kayu dan Bambu Disnaker KUM Nias Barat Ditutup

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 08.00 WIB Last Updated 2022-08-06T06:47:17Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

pelatihan kerajinan batok kelapa, kayu dan bambu Disnaker KUM Nias Barat
Penutupan pelatihan kerajinan batok kelapa, kayu dan bambu Disnaker KUM Nias Barat. (f/kominfo)

Nias Barat, Mjnews.id - Penutupan kegiatan pelatihan kerajinan tangan dari bahan Batok Kelapa, Kayu dan Bambu yang diselenggarakan oleh Disnaker KUM Kabupaten Nias Barat, Jum’at (05/08/2022).

Mewakili Bupati Nias Barat, Asisten III, Faigizatulo Halawa, S.Pd., MM dalam arahannya pada acara penutupan Pelatihan Kerajinan Batok Kelapa, Kayu dan Bambu, menyampaikan bahwa, patut diapresiasi kepada Dinas Ketenagakerjaan-KUM Kabupaten Nias Barat dapat memfasilitasi Usaha Mikro menjadi Usaha Kecil dalam pengembangan produksi dan pengelolaan, pemasaran, SDM dan Desain.

“Pengrajin Batok Kelapa, Kayu dan Bambu adalah sesuatu produk lokal. Berbahagialah karena Pemerintah Pusat telah memberikan perhatiannya kepada Warga Nias Barat sebagai daerah 3T terextrim, dengan demikian harapan dapat memproduksi yang menarik, berkualitas dan memperoleh nilai jual yang maksimal”, tuturnya.

Kepala Disnaker KUM Kabupaten Nias Barat, Herti Rahayu Hia, S.Sos disampaikan pada acara penutupan kegiatan pelatihan tersebut bahwa, pelaksanaan kegiatan ini terlaksana atas kerjasama dari berbagai pihak, terlebih dari narasumber sekaligus pelatih, dan secara khusus dari peserta latihan.

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh rekan kerja dan terlebih dari narasumber sekaligus pelatih, dan secara khusus dari peserta latihan atas keseriusannya mengikuti pelatihan ini dengan baik dan dapat dibanggakan”, ucapnya.

Lanjutnya, sebagaimana telah disampaikan sebelumnya bahwa, pelatihan kerajinan ini bertujuan dapat tercipta produk kerajinan dari bahan batok kelapa, kayu dan bambu yang berkualitas dan berdaya saing. Juga untuk mendorong dan meningkatkan kinerja para pelaku usaha dan dapat terbentuknya home industri bagi pengrajin.

Herti Rahayu Hia berharap, dalam pelatihan ini dapat dijadikan salah satu cara untuk membuka kesempatan bagi pengangguran di Kabupaten Nias Barat, kita jangan hanya menunggu dilatih tetapi memulai menunjukkan talenta atau bakat. Ini dengan sendirinya akan terus terasah dan diperhatikan oleh pemkab khususnya Disnaker KUM Nias Barat.

Acara penutupan tersebut turut hadir Asisten II, Yobedi Gulo, S.IP., MM, Asisten III Faigizatulo Halawa, S.Pd., MM, Para Staf Ahli, OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Nias Barat, ASN/PTT Lingkup Disnaker KUM Nias Barat.

Narasumber sekaligus Pelatih diantaranya bapak Firman Maduwu, pengrajin dan pelaku usaha senior di kepulauan Nias, bapak Newton Marunduri pengrajin senior dibidang Rumah Adat dan juga di bidang kulit penyu atau goyo, Fa’asokhi Waruwu, pengrajin senior berbahan batok kelapa, dan dari unsur Disnaker KUM Herti Rahayu Hia, S.Sos dan Arnoldus J. Harefa, S.T serta peserta latihan sejumlah 30 peserta. 

(Emuni)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update