Pengamat Puji Pidato Puan Maharani: Menunjukkan Kelas Sebagai Tokoh Bangsa
×

Adsense

Adsense Mobile

Pengamat Puji Pidato Puan Maharani: Menunjukkan Kelas Sebagai Tokoh Bangsa

Rabu, 17 Agustus 2022 | 03.00 WIB Last Updated 2022-08-17T10:31:53Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Dedi Kurnia Syah
Direktur Eksekutif Indonesia Politic Opinion, Dedi Kurnia Syah. (f/ist)

JAKARTA, Mjnews.id - Pidato Ketua DPR RI Puan Maharani saat sidang bersama DPD RI di gedung parlemen, Jakarta pada Selasa 16 Agustus 2022 menunai pujian.

Pengamat politik Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, pidato Puan berbobot dan berkelas, sehingga membuatnya layak ditempatkan sebagai tokoh bangsa.

"Tema kebangsaan cukup kental dalam pidato itu, dan inilah sebenarnya yang diperlukan sebuah negara, yakni ide dan komitmen besar, Puan membalikkan penafsiran sebagian orang soal kepantasannya sebagai Capres, dari pidato itu cukup jelas Puan berada di posisi yang layak memimpin bangsa ke depan, tentu melalui alur demokrasi," ujar Dedi.

Bahkan, kata Dedi, Puan dengan tegas dan berani menyinggung soal Pemilu yang sempat menjadi polemik. "Puan menegaskan Pemilu harus terselenggara, ini penting untuk menjamin keberpihakannya pada masyarakat dan proses demokrasi kita," imbuhnya.

Bahkan, lanjut Dedi, Puan juga cukup visioner merangkum persoalan dan tantangan yang dihadapi bangsa ini. Di antaranya perhatian Puan pada generasi muda sangat besar sebagai aset bangsa ini. 

"Di sini sisi visioner Puan terlihat, karena pondasi pembangunan bangsa yang penting adalah kualitas sumber daya manusia. Maka Puan dalam pidatonya menekankan pembangunan harus diarahkan untuk memperkuat kemudahan akses dan kesempatan untuk generasi muda memperoleh pendidikan, memperkuat vokasional, dan kewirausahaan," terang Dedi.

Gagasan tersebut, menurut Dedi, setali tiga uang dengan tekad Puan agar bangsa ini dapat berdikari di bidang ekonomi dan generasinya tidak menjadi kuli di negerinya sendiri.

"Tekad membangun kemandirian ekonomi inilah yang menurut saya harus digarisbawahi, sebab tantangan kita saat ini dan ke depan adalah terbebas dari utang luar negeri, memiliki industri strategis nasional, dan bangga menggunakan produk dalam negeri," tegas Dedi.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update