Program SIAP QRIS Dorong Konsumsi Masyarakat untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional
×

Adsense

Adsense Mobile

Program SIAP QRIS Dorong Konsumsi Masyarakat untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 21.00 WIB Last Updated 2022-08-27T14:12:50Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Jerry Sambuaga
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga. (f/kemendag)

Jakarta, Mjnews.id - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mendukung optimalisasi implementasi program Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai (S.I.A.P) QRIS yang dicanangkan Bank Indonesia (BI) di pusat perbelanjaan (mall) dan pasar rakyat sehingga, dapat mendorong konsumsi masyarakat untuk turut mempercepat pemulihan ekonomi nasional. 

Hal ini dikatakan Wamendag Jerry saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran S.I.A.P QRIS Mall Pondok Indah, hari ini Sabtu  27 Agustus 2022 di Mall Pondok Indah, Jakarta.

Turut hadir Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destri Damayanti, Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta Onny Widjanarko, Direktur Pengawasan Bank Kantor Regional 1 Otoritas Jasa Keuangan Achmad Fauzi, Anggota Komisi XI DPR RI, dan Walikota Jakarta Selatan Munjirin.

"Kami berharap program S.IA.P QRIS dapat diimplentasikan secara optimal, sehingga dapat mendorong konsumsi masyarakat. Mengingat saat ini masa pandemi menuju endemi, tentunya, hal tersebut dapat turut mempercepat pemulihan ekonomi nasional," kata Wamendag Jerry.

Wamendag Jerry mengungkapkan, program (S.I.A.P) QRIS yang dicanangkan Bank Indonesia merupakan salah satu langkah konkret dalam digitalisasi pembayaran. Program ini mewujudkan transaksi pembayaran yang lebih aman secara kesehatan, lebih cepat, dan praktis.

"QRIS ini juga dipandang sebagai jawaban atas transaksi pembayaran daring yang semakin masif. Sebagaimana kita ketahui, saat ini banyak penyedia layanan pembayaran digital yang bisa dipakai," tutur Wamendag Jerry.

Wamendag menyebutkan, tahun ini program (S.I.A.P) QRIS sudah diterapkan di 30 pusat perbelanjaan/mall dan 130 pasar rakyat. Sementara itu, transaksi ritel yang kembali menggeliatjuga menjadi peluang penerapan QRIS lebih luas, khususnya di wilayah DKI Jakarta. 

"Peluncuran (S.I.A.P) QRIS kali ini semoga bisa mendorong para pelaku usaha sektor ritel dan pusat perbelanjaan, khususnya di wilayah DKI Jakarta untuk memanfaatkannya secara optimal. Sebab, DKI Jakarta merupakan pionir kemajuan teknologi perdagangan di Indonesia," terang Wamendag Jerry.

Menurut Wamendag Jerry, para peritel, baik yang berdiri sendiri maupun yang berada di pusat perbelanjaan atau mall memiliki kontribusi penting dalam mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga merupakan salah satu faktor pendorong tertinggi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kontribusinya mencapai 51,47% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destri Damayanti menuturkan, saat ini BI juga sedang mengembangkan crossboarder payment. “Saat ini kami sedang dalam proses kerja sama dengan lima negara ASEAN, yaitu Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

"Kami berharap ini akan semakin memudahkan transaksi perdagangan tidak hanya bagi warga negara Indonesia, tetapi juga bagi warga negara asing,” imbuh Destri.

Destri menambahkan, QRIS dapat memudahkan para pedagang untuk mencatat transaksi. Hal ini sangat bermanfaat bagi para pedagang, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Pelaku UMKM tidak perlu menyiapkan uang kembalian, terbebas dari uang palsu, lebih higienis, dan tentunya lebih efisien.

Sementara, Walikota. Jakarta Selatan Munjirin menyampaikan harapannya agar program S.I.A.P QRIS dapat diterapkan di seluruh pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Hal ini bertujuan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Agustus 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal II-2022 tumbuh 5,44 persen secara tahunan. Sementara, dari sisi ekspor, surplus neraca perdagangan pada Semester I mencapai USD 24,89 Miliar atau tertinggi sepanjang sejarah, melebihi tahun 2007 sebesar USD 20,15 Miliar. Ekspor nonmigas juga tumbuh 37,33 persen pada periode tersebut.

(Eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update