PWI Sumbar Persiapkan Atlet Porwanas 2022 di Malang
×

Adsense

Adsense Mobile

PWI Sumbar Persiapkan Atlet Porwanas 2022 di Malang

Rabu, 24 Agustus 2022 | 22.00 WIB Last Updated 2022-08-24T15:00:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

PWI Sumbar Persiapkan Atlet Porwanas 2022 di Malang
PWI Sumbar Persiapkan Atlet Porwanas 2022 di Malang. (f/ist)

Padang, Mjnews.id - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat (Sumbar) mulai mempersiapkan atlet Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIII yang bakal dilaksanakan di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim) pada pertengahan November 2022 mendatang.

PWI Sumbar hanya bisa mempersiapkan empat cabang olahraga (cabor) dari 10 yang dipertandingkan, karena keterbatasan anggaran. Keempat cabor yang dipersiapkan itu bulutangkis, tenis meja, biliar dan atletik.

"Porwanas kali ini betul-betul menyedihkan. Apa boleh buat, anggaran yang kita usulkan Rp1,5 miliar, hanya direalisasikan cuma Rp250 juta," ujar Plt Sekretaris PWI Sumbar, Widya Navies saat rapat perdana tim Porwanas di kantor PWI Sumbar, Rabu (24/8/2022).

Rapat persiapan atlet Porwanas tersebut dilaksanakan setelah keluarnya Surat Keputusan (SK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar No: 073/PWI-SB/08-2022 tentang Penetapan Personalia Tim Porwanas PWI Sumbar dan Peserta Konkernas PWI di Malang Raya, Jawa Timur. Dalam SK itu memutuskan dan menetapkan personalia tim, atlet serta ofisial Porwanas PWI Sumbar dan peserta Konkernas PWI di Malang Raya, Jawa Timur. 

Komposisinya sebagai berikut. Penanggungjawab Plt Ketua PWI Sumbar Suprapto Sastro Atmojo, Ketua Kontingen Basril Basyar, Sekretaris Widya Navies, Bendahara Rusdi Bais, Koordinator Syaiful Husein dan anggota Muhammad Khudri. SK itu ditandatangani oleh Plt Ketua PWI Sumbar yang dikeluarkan pada 23 Agustus 2022.

"Telah keluarnya SK ini, baru bisa bergerak untuk mempersiapkan atlet Porwanas ini. Meski waktunya sangat mepek, kita harus tetap optimis meraih medali. Untuk itu saya berharap kepada semua teman-teman atlet agar lebih serius berlatih di daerah masing-masing dan tetap berkoordinasi dengan official cabor," tekan Widya Navies yang juga Radaktur Pelaksana Harian Singgalang tersebut.

Disebutkan Widya, dari Rp250 juta anggaran direalisasikan --dari usulan Rp1,5 miliar-- dana itu hanya bisa diperuntukan untuk 18 atlet dan official (penginapan, tiket PP, uang saku dan lainnya) maka dengan terpaksa cabor yang berkemungkinan berprestasi yang bakal dikirim ke Malang. 

Melihat track record cabor sebelumnya, cabor bulutangkis beberapa kali meraih medali emas, tenis meja meraih perunggu saat Porwanas di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Sementara cabor atletik beberapa kali selangkah lagi meraih perunggu (posisi 4) dan cabor biliar sangat berptensi nanti meraih medali emas.

"Saya berharap kawan-kawan yang terpilih, ini lah atlet yang terbaik dari yang baik. Tepat semangat tetap berlatih, perkuat fisik. Sebab kita tidak ada waktu lagi untuk berleha-leha, nanti kita jadwalkan latihan gabungan dengan jadwal menyusul," tambah wartawan senior tersebut.

Sementara itu, Koordinator Tim Porwanas, Syaiful Husein juga menekankan kepada seluruh atlet untuk menjaga stamina, sebab berdasarkan pengalaman sebelunya, atlet Sumbar kalah dari fisik. Sementara dari segi permainan tidak diragukan. "Saya berharap selalu jaga stamina, sebab berdasarkan pengalaman sebelumnya, atlet kita kalah dengan stamina. Babak pertama menang, tapi babak selanjutnya sudah loyo akhirnya kalah, karena staminanya itu," pesan Syaiful yang juga pensiunan guru olahraga tersebut.

Untuk itu dia berharap kepada seluruh atlet selalu latihan berkesinambungan setiap hari, mengingat waktu yang efektif untuk persiapan keberangkatan ke Malang itu hanya tinggal sekitar 8 minggu lagi. "Kembali saya tekankan kepada kawan-kawan tidak ada lagi waktu berleha-leha mari kita bersama-sama bertekad untuk membawa medali ke Sumbar," tekan Syaiful lagi.

Pada rapat perdana persiapan tim Porwanas tersebut berbagai usulan dan masukan disampaikan oleh atlet dan official. Di antaranya mengusulkan, mengingat keterbatasan dan tidak adanya dana anggaran latihan diharapkan masing-masing cabor agar bisa melekat dengan cabor di masing-masing daerah.

Selain itu, peserta atlet agar selalu menjaga stamina dan menjaga kebugaran fisik. Pada jelang keberangkatan nanti diadakan latihan gabungan dan ditunjuk salah satu daerah menjadi tuan rumah.

(ab)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update