Ribuan Warga Tumpah Ruah di Sungai Jali Semawung Purworejo, Ada Apa?
×

Adsense

Adsense Mobile

Ribuan Warga Tumpah Ruah di Sungai Jali Semawung Purworejo, Ada Apa?

Senin, 01 Agustus 2022 | 07.00 WIB Last Updated 2022-08-01T07:45:15Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Ribuan Warga Tumpah Ruah di Sungai Jali Semawung Purworejo
Ribuan Warga Tumpah Ruah di Sungai Jali Semawung Purworejo. (f/m. taufik)

Purworejo, MJNews.id - Ribuan warga di sekitar wilayah Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tumpah ruah di sungai jali dekat pintu air Kelurahan Semawung atau yang lebih dikenal Silekor, Minggu 1 Agustus 2022.

Tradisi bersih sungai dan buang tanah sedimen yang ada di saluran sungai silekor dilakukan satu tahun sekali yaitu pada saat musim kemarau tiba. Tujuan di lakukan bersih sungai dan buang tanah sedimen, selain untuk mencegah banjir saat memasuki musim penghujan juga membuang tanaman eceng gondok serta sampah dan menjadi sarana silaturahmi warga masyarakat sekaligus panen ikan bersama. Jenis ikan yang ada mulai dari ikan gabus, nila, melem, putihan dan lainya yang hidup di sungai saluran pintu air silekor.

Para pencari ikan bukan saja datang dari Kecamatan Kutoarjo tetapi juga dari daerah Bayan, Ngombol, Grabag, Butuh bahkan ada yang dari Kabupaten Kebumen. Laki-laki, tua, muda bahkan kaum perempuan turun ke dalam sungai sedalam 1 hingga 2 meter tersebut. Selain membersihkan sampah yang ada di sungai, warga menangkap ikan beramai-ramai. Mereka menggunakan alat seadanya seperti jaring atau jala bahkan sebagian terlihat hanya menggunakan tangan kosong untuk menangkap ikan.

Warga yang ikut terjun ke sungai agak merasa kecewa karena tahun ini ikannya tidak banyak seperti tahun tahun lalu. "Biasanya bisa membawa pulang ikan seberat 5 kg tapi kali ini kita zonk," ucap seorang warga yang ikut turun mencari ikan.

“Ini tradisi bersih sungai tiap tahun saat kemarau datang. Sungainya dibersihkan agar tidak banjir nanti pas hujan datang. Terus ini sekalian panen raya ramai-ramai tangkap ikan sekaligus untuk silaturahmi,” kata Margono (42), warga setempat.

Tak hanya warga Purworejo saja, warga dari luar Kabupaten Purworejo pun datang ikut meramaikan tradisi tahunan ini ujar iwan (38) salah satu warga Kutoarjo, warga yang ikut terjun ke sungai rata-rata hanya bisa membawa pulang ikan sedikit.

(Fix)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update