Terendah se-Sumatera! Tingkat Inflasi YTD Kepri Juli 2022 Hanya 4,38 Persen
×

Adsense

Adsense Mobile

Terendah se-Sumatera! Tingkat Inflasi YTD Kepri Juli 2022 Hanya 4,38 Persen

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 12.30 WIB Last Updated 2022-08-06T07:36:49Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Ansar Ahmad
Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, SE, MM. (f/biro adpim)

KEPRI, Mjnews.id - Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Kepulauan Riau yang dirilis Senin, (1/8), perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kepulauan Riau pada bulan Juli 2022 tercatat 111,74 atau mengalami inflasi sebesar 0,61 persen. Sedangkan Tingkat inflasi tahun kalender/tahun sampai sekarang (ytd) Juli 2022 sebesar 4,38 persen, menjadikan Kepri Provinsi dengan tingkat inflasi ytd terendah se-Sumatera per Juli 2022 ini. 

Inflasi month to month (mtm) Kepri sebesar 0,61% pada Juli 2022 didominasi oleh kelompok harga yang diatur. Inflasi kelompok harga yang diberikan oleh kenaikan tarif angkutan udara sejalan dengan harga avtur dan permintaan serta kenaikan harga rokok kretek filter. 

Sementara itu, inflasi kelompok volatile food relatif mereda, dihargai oleh deflasi pada minyak goreng dan inflasi cabai merah dan bawang merah. Inflasi kelompok inti utamanya bersumber dari peningkatan adobe Rumah Tangga, harga kopi bubuk dan sabun detergen. 

Rilis BPS tersebut, Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad menegaskan komitmennya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepri untuk melanjutkan upaya-upaya menekan inflasi di Kepri. 

"Tentunya dalam ranah yang sesuai dengan kewenangan daerah untuk diintervensi. Karena bicara inflasi ada beberapa faktor yang tidak dapat diintervensi oleh daerah. Kita akan bekerja maksimal mencari cara dan celah untuk menekan itu" ujar Gubernur Ansar, Jumat (5/8/2022). 

Mengenai posisi Kepri yang berhasil menekan inflasi tahun ini (ytd) per Juli 2022 menjadi yang terendah di Sumatera, Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad mengaku hal tersebut tidak terlepas dari upaya-upaya yang dilakukan TPID Kepri mengendalikan inflasi. 

"Diantaranya Operasi pasar murah oleh TPID Pemprov Kepri untuk komoditas buah, sayur dan sembako serta TPID Kota Batam untuk komoditas aneka cabai dan telur ayam. Kemudian mendorong kerja sama antar daerah (KAD) dalam menjaga kestabilan stok makanan yang memiliki danil terhadap inflasi yang , serta meningkatkan kapasitas produksi lokal melalui penguatan kelembagaan nelayan/petani, perluasan dan implementasi teknik budidaya seperti Proliga, urban/integrated/digital farming" papar Gubernur Ansar.

(ron/isb)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update