Wujudkan Kamtibmas di Kabupaten Keerom, Diadakan Dialog Interaktif di Mapolres
×

Adsense

Adsense Mobile

Wujudkan Kamtibmas di Kabupaten Keerom, Diadakan Dialog Interaktif di Mapolres

Jumat, 05 Agustus 2022 | 02.00 WIB Last Updated 2022-08-05T05:19:21Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Dialog Interaktif di Mapolres Keerom
Dialog Interaktif di Mapolres Keerom, Papua. (f/humas)

Keerom, Mjnews.id - Dalam rangka mewujudkan Kamtibmas yang aman dan damai di Kabupaten Keerom, telah dilaksanakan Dialog Interaktif ‘Live by Phone’ dengan Tema “Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif” yang bertempat di Aula Mapolres Keerom, Polda Papua, Kamis (4/8/2022).

Hadir sebagai narasumber Kapolres Keerom, AKBP Christian Aer, S.H S.I.K dan Wakil Bupati Keerom Drs. Wahfir Kosasih, S.H, M.H, M.Si.

Dalam kesempatannya, Kapolres Keerom menyampaikan, kasus yang mendominasi di Kabupaten Keerom ini adalah kasus pencurian. Sumber masalah itu konflik sosial yaitu dari miras, karena dari miras ini mempunyai pengaruh dampak keras serta menjadi masalah utama di Kabupaten Keerom.

“Jangan sampai miras ini menjadi budaya, dan budaya ini harus ditinggalkan,” tegas Kapolres Keerom.

Lanjut, Kapolres Keerom mengatakan, kecelakaan lalu lintas (laka lantas) juga banyak disebabkan miras, maka ini jadi persoalan terjadinya laka lantas yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Keerom ini.

“Kita akan menggandeng para Tokoh karna disetiap Distrik semua ada, dan setiap satu bulan sekali Bhabinkamtibmas berkolaraborasi dengan para tokoh,” ucap AKBP Christian Aer.

Dalam kesempatan lain, Wakil Bupati Drs. Wahfir Kosasih, S.H, M.H, M.Si mengatakan, kami Pemerintah menyadari bahwa dalam aspek ini kita harus berusaha untuk mengatasi beberapa persoalan yang tejadi di Kabupaten Keerom.

“Pemerintah Daerah Keerom menyadari bahwa dalam aspek persoalan yang terjadi di Kabupaten Keerom ini harus di selesaikan dengan tuntas,” ucap Wakli Bupati.

Lebih Lanjut, Wakil Bupati mengatakan pos adat ini merupakan pekerjaan rumah bersama karena pelaku yang minum miras itu berlindung di pos adat, karena pos adat itu funngsinya untuk memberikan keamanan tapi faktanya pos adat dipakai untuk orang-orang yang berlindung di Pos Adat.

“Jika ladang jagung sudah ada, maka kami memastikan pos adat ini sudah tidak ada, jangan sampai miras ini jadi pembenaran karena budaya ini budaya yang salah,” tegas Wakil Bupati.

Akhir kata dari Wakil Bupati menyampaikan, agar masyarakat di Kabupaten Keerom untuk tinggalkan budaya miras ini karena miras ini bisa menyebabkan terjadinya beberapa masalah di Kabupaten Keerom.

(asm)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update