Adukan Regrouping SDN Gesikan, Ketua DPRD Purworejo Bersitegang dengan Ketua LSM Tamperak
×

Adsense

Adsense Mobile

Adukan Regrouping SDN Gesikan, Ketua DPRD Purworejo Bersitegang dengan Ketua LSM Tamperak

Kamis, 15 September 2022 | 22.30 WIB Last Updated 2022-09-15T15:34:32Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Warga Adukan Regrouping SDN Gesikan ke DPRD Kabupaten Purworejo
Warga Adukan Regrouping SDN Gesikan ke DPRD Kabupaten Purworejo. (f/m. taufik)

Purworejo, MJNew.id - Kekecewaan warga masyarakat Desa Gesikan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, semakin bertambah setelah mereka datang ke kantor DPRD gagal berdialog dengan anggota dewan, hanya karena masyarakat datang bersama Ketua LSM Tamperak selaku yang dikuasakan mendampingi dalam mediasi regrouping SD Negeri Gesikan dan ditolak ketua DPRD Dion Agasi, Kamis (15/9/2022).

Ketua DPRD Dion Agasi menolak Ketua LSM Tamperak, Sumakmun bahkan mengusirnya keluar dari halaman gedung DPRD hanya karena Sumakmun lupa membawa surat kuasa dari Kepala Desa Gesikan dan warga masyarakat dalam hal regrouping SDN Gesikan yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo.

Suasana menjadi memanas dan terjadi adu mulut antara Ketua Dewan Dion dengan Sumakmun sehingga warga yang kecewa akhirnya pulang dengan tangan hampa dan tangisan ibu-ibu yang ikut datang ke kantor DPRD.

Warga dan Kepala Desa Gesikan menunjuk LSM Tamperak sebagai kuasa karena warga Desa Gesikan jengkel lantaran siswa SD Gesikan sudah hampir satu bulan ditelantarkan tanpa ada perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo.

Segala upaya sudah dilakukan agar keberadaan SD N Gesikan tetap ada, melalui surat kepada kepala dinas dan DPRD kabupaten Purworejo akan tetapi tidak ada jawaban dan tindak lanjutnya.

SD N Gesikan yang saat ini muridnya ada 66 orang dan mayoritas siswanya belum mau pindah dibiarkan begitu saja tanpa ada perhatian dari dinas.kata Sumakmun 

"Sekarang kami datang ke DPRD untuk mengadukan apa yang terjadi di Desa Gesikan malah kami diperlakukan begini. Kami masyarakat bawah, buta aturan, oleh karenanya kami minta Pak Makmun untuk mendampingi tapi malah Pak Makmun diusir oleh ketua dewan. Kami benar-benar kecewa terhadap anggota dewan yang mengaku wakil rakyat tapi justru memperlakukan kami warga Gesikan seperti ini," ujar Sujat, selaku tokoh masyarakat Gesikan.

Sumakmun selaku yang diberi kuasa dari masyarakat Desa Gesikan tidak akan mundur mengawal kasus yang terjadi di Desa Gesikan. Kami kemarin sudah berusaha ketemu kepala dinas Wasit Diono di kantornya dan melakukan mediasi tapi jawaban kepala dinas dinilai kurang bijaksana dan tidak mau mengkaji ulang regrouping yang ada di Gesikan.

"Ini terkait masa depan anak yang akan menjadi generasi bangsa, yang dilindungi undang-undang, anak-anak yang masih harus mendapat pendidikan dan perlindungan malah ditelantarkan. Karena itu, kami akan melaporkan hal ini ke polisi terkait pembiaran bahkan penelantaran anak-anak," jelas Sumakmun.

Ketua LSM Tamperak bersama warga adukan Regrouping SDN Gesikan ke DPRD
Ketua LSM Tamperak bersama warga adukan Regrouping SDN Gesikan ke DPRD Kabupaten Purworejo. (f/m. taufik)

Sementara Ketua DPRD Dion mengatakan bahwa kami tidak menolak warga Gesikan yang hendak mengadu ke DPRD, kami menerima mereka seperti yang teman-teman media ketahui. "Kalau toh warga akan meminta pendampingan dari kuasa hukum atau LSM, kami persilahkan, tapi harus ada legalitas surat kuasanya. Ini lembaga, kalau mereka datang di rumah pribadi saya, akan saya terima," jelas Dion.

Kepala Desa Gesikan, Suryono menjelaskan bahwa dirinya sudah tidak bisa membendung amarah warga Gesikan yang saat ini anak anaknya dibiarkan begitu saja tanpa ada bimbingan dan pengawasan dari guru.

"Usulan secara lisan maupun surat sudah kami tempuh melalui dinas juga DPRD tapi semuanya tidak ada jawaban dan kejelasannya," katanya.

"Hari ini kita mau mengadu Ke dewan malah ketua DPRD Dion mengusir orang yang kami beri kuasa pendampingan. Kemarin kepala dinas menolak usulan kami, sekarang kamipun di dewan tidak mendapatkan kejelasan," keluhnya.

Aksi demo regrouping sekolah di gedung DPRD mendapatkan pengawalan dan pengamanan dari Polsek Kemiri dan Polres Purworejo dan semua berjalan kondusif saat mereka datang sampai pulang ke Desa Gesikan.

(fix)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update