Beredar di Medsos Terkait Kebocoran Data Kartu SIM, Begini Respon Kominfo
×

Adsense

Adsense Mobile

Beredar di Medsos Terkait Kebocoran Data Kartu SIM, Begini Respon Kominfo

Jumat, 02 September 2022 | 10.30 WIB Last Updated 2022-09-02T09:15:02Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Beredar di Medsos Terkait Kebocoran Data Kartu SIM
Beredar di Medsos Terkait Kebocoran Data Kartu SIM. (f/ist)

Jakarta, Mjnews.id - Pekan ini beredar di media sosial sebanyak miliaran pendaftaran kartu SIM telepon Indonesia diduga bocor. Salah satu netizen memposting unggahan foto tangkapan layar akun Bjorka yang menjual data bocoran itu, bahwa data tersebut dapat dari Kementerian Informasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI). 

"1,3 miliar data pendaftaran kartu SIM telepon Indonesia bocor! Data pendaftaran meliputi NIK, nomor telepon, nama penyedia (provider), dan tanggal pendaftaran. Penjual menyatakan bahwa data ini didapatkan dari Kominfo RI." tulis akun @SRifqi.

Merespon hal ini Kementerian Informasi dan Informatika atau Kominfo membantah terkait informasi yang beredar di media sosial dugaan kebocoran data kartu SIM bukan dari Kominfo. 

Dilansir dari siaran persnya pada Kamis 1 September 2022, Kominfo telah melakukan penelusuran internal. 

Dari penelusuran tersebut, dapat diketahui bahwa Kementerian Kominfo tidak memiliki aplikasi untuk menampung data registrasi prabayar dan pascabayar.

"Berdasarkan pengamatan atas penggalan data yang disebarkan oleh akun Bjorka, dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak berasal dari Kementerian Kominfo," katanya.

Lebih lanjut disampaikan Kementerian Informasi dan Informatika atau Kominfo sedang melakukan penelusuran terkait sumber data dan hal-hal lain dengan dugaan kebocoran data tersebut.

Demikian artikel ini dibuat sebagaimana dalam siaran pers resmi Kominfo yang dikeluarkan oleh Kehumasan.

(***)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update