Bertemu Menkumham, Gubernur Kepri Minta Bebas VoA Diberlakukan Lagi
×

Adsense

Adsense Mobile

Lazada

Bertemu Menkumham, Gubernur Kepri Minta Bebas VoA Diberlakukan Lagi

Minggu, 25 September 2022 | 05.00 WIB Last Updated 2022-09-25T12:18:08Z

Advertisement

Advertisement

Ansar Ahmad bertemu Yasonna
Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad bertemu dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly. (f/biro adpim)

KEPRI, Mjnews.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), H. Ansar Ahmad dalam lawatannya ke DKI Jakarta bertemu langsung dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Jum'at (23/9/2022). Keduanya membahas kebijakan bebas Visa on Arrival (VoA) yang saat ini dihentikan.

Dalam pertemuan tersebut Gubernur Ansar meminta Kebijakan Menkumham Yasonna untuk memberikan diskresi khusus bagi Provinsi Kepri terkait Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 8 tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Bebas Visa Kunjungan dan Visa Kunjungan Saat Kedatangan serta Pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa yang ditetapkan tanggal 18 Maret 2020.

"Minimal, ekspatriat yang ada di Singapura mendapatkan bebas visa untuk berwisata ke Kepri," kata Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar, dengan mempertimbangkan penanganan pandemi Covid-19 di Kepri yang terbilang cukup sukses juga meminta kepada Menteri Yasonna agar kebijakan bebas VoA ke depan dapat diberlakukan kembali secara keseluruhan seperti sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Bahkan kita sudah melakukan survei serologi dimana kekebalan tubuh kelompok masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau telah mencapai herd immunity, dengan hasil pemeriksaan titer antibodi total masyarakat Kepri mencapai 89,6 persen. hampir 57 persen," ujar Gubernur.

Selain itu VoA, pada kesempatan itu Gubernur Ansar juga meminta langsung kepada Menteri Yasonna untuk mengeluarkan kebijakan agar kapal pesiar dapat diizinkan untuk labuh jangkar tanpa membahas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Beberapa bulan yang lalu Gubernur Ansar juga telah menyurati secara resmi mengenai hal tersebut dan agar para wisatawan dapat turun di suatu kawasan wisata tertentu.

Hal ini disampaikan Gubernur Ansar usai pertemuan, telah mendapat lampu hijau dari Menteri Yasonna bersama Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Ditjen Imigrasi Kemenkumham RI Amran Aris.

"Rencananya wisatawan dari kapal pesiar nantinya akan diberi kartu pass sebagai penanda dan dari kapal pesiar dapat turun selama 7 jam," tutupnya.

(ron/isb)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update