Dandim 0708 Dinobatkan sebagai Bapak Asuh Stunting Purworejo
×

Adsense

Adsense Mobile

Dandim 0708 Dinobatkan sebagai Bapak Asuh Stunting Purworejo

Senin, 26 September 2022 | 16.40 WIB Last Updated 2022-09-26T09:40:50Z

Advertisement

Advertisement

Purworejo, MJNews.id - Bupati Purworejo R.H.Agus Bastian SE, M.M. mengukuhkan Komandan Kodim 0708 Purworejo, Letkol Infanteri Lukman Hakim, S.Sos, M.Si. dan Kepala Baznas Kabupaten Purworejo, KH. Akhmad Hamid menjadi bapak Asuh stunting Kabupaten Purworejo dan sosialisasi peningkatan kapasitas tim pendamping keluarga (TPK) di Pendopo Kabupaten Purworejo, Senin (26/09/2022).

Dalam sambutannya, Bupati Purworejo, R.H. Agus Bastian mengucapkan selamat kepada Dandim 0708 Purworejo dan Ketua Baznas yang hari ini dikukuhkan sebagai bapak asuh anak anak stunting di Kabupaten Purworejo. Semoga dukungan beliau dapat menginspirasi dan memotivasi semua untuk peduli terhadap persoalan stunting yang ada di Kabupaten harapannya.

"Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan Stunting mengamanatkan Kepala BKKBN selaku ketua pelaksana percepatan penurunan stunting sebagaimana yang telah ditargetkan sebesar 14% pada tahun 2024.dan untuk mencapai target diperlukan upaya percepatan lintas program dan lintas sektor," tambahnya.

"Prioritas rencana aksi nasional percepatan penurunan angka stunting di Indonesia harus dilaksanakan oleh berbagai pihak di seluruh tingkatan daerah guna mencapai target yang sudah ditetapkan pemerintah. Oleh sebab itu diperlukan koordinasi di semua lembaga tingkat pusat hingga desa, "lanjutnya 

Bupati menambahkan untuk dapat melakukan panduan, sinkronisasi, dan sinergitas program dan kegiatan dalam upaya percepatan penurunan stunting secara utuh, menyeluruh dan terpadu,dengan mempertimbangkan waktu yang tersisa dalam pencapaian target 14% di tahun 2024, menuntut pemerintah harus mempioritaskan sumber daya yang tersedia dalam meningkatkan cakupan pelayanan kepada kelompok sasaran percepatan penurunan Stunting.

"BKKBN membentuk satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting untuk melaksanakan fungsi konsultasi dan fasilitasi serta koordinasi percepatan penurunan stunting Nasional dan Daerah, " imbuhnya. 

Menurut Bupati keberadaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) merupakan aktor penting untuk menyelesaikan masalah stunting di Indonesia. Sehingga, BKKBN telah mengerahkan 600 ribu personil yang tergabung dalam 200 ribu TPK.  

Untuk Kabupaten Purworejo sendiri, terdapat 593 TPK dengan total anggota ada 1668 personil yang tersebar di 494 desa dan kelurahan. 

"Dengan adanya TPK yang langsung turun di lapangan dan mengetahui masalah yang ada di lingkup terkecil di tingkat Desa/Kelurahan hingga keluarga, diharapkan dapat mempercepat upaya penurunan angka stunting,"pungkasnya.

Sementara itu, Dandim Letkol Inf Lukman Hakim menjelaskan kasus stunting di Kabupaten Purworejo berada di 14 persen, hal ini menjadikan semangat untuk lebih mengeratkan kerja sama dengan dinas terkait untuk menurunkan ke angka 11 persen dengan melakukan pendampingan secara aktif melalui babinsa di wilayah desa binaan. 

"Kami TNI akan selalu membersamai masyarakat dengan suka maupun duka dengan langsung ke keluarga yang kurang dalam pemenuhan gizi sesuai data yang sudah ada," tandanya.

(Fix)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update