Dialog Terbuka 14 Isu Krusial RKUHP di 5 Perguruan Tinggi Jakarta Sengit
×

Adsense

Adsense Mobile

Dialog Terbuka 14 Isu Krusial RKUHP di 5 Perguruan Tinggi Jakarta Sengit

Selasa, 27 September 2022 | 20.00 WIB Last Updated 2022-09-27T13:31:51Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Ronald Lumbuun
Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Ronald Lumbuun. (f/kemenkumham)

JAKARTA, Mjnews.id - Dialog Terbuka 14 Isu Krusial Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) pada 5 Perguruan Tinggi di Wilayah DKI Jakarta jadi bukti keseriusan pemerintah.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Ronald Lumbuun, di ruang pertemuan Fakultas Hukum Yarsi, Selasa (27/9/2022).

Dialog Publik terkait 14 Isu Krusial RKUHP yang dilakukan secara serentak pada hari ini oleh seluruh Kantor Wilayah Kemenkumham di Indonesia, merupakan tindak lanjut arahan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly. 

“Tujuannya adalah semata-mata untuk menunjukan keseriusan Pemerintah dalam melaksanakan partsipasi bermakna kepada publik, terkait RKUHP,” jelas Ronald. 

Ronald menjelaskan, Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta sengaja memilih lingkungan perguruan tinggi untuk melakukan giat tersebut. "Karena dunia kampus adalah tempat para intelektual yang diharapkan mampu untuk memberikan pikiran dan masukan yang objektif, serta membantu kami dalam mensosialisasikan kepada masyarakat lain di sekitarnya, terhadap rencana Pemerintah bersama-sama dengan DPR mengesahkan RKUHP ini," jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Yarsi, Muhammad Ryan mengatakan kualitas yang prima dalam RKUHP tentu tentu menjadi perhatian utama pihaknya civitas akademik Universitas YARSI.

"Karena penting untuk diperhatikan mengenai substansi efikasi hukum RKUHP terkait aspek, yaitu satu kedalaman permasalahan sosial yang diatur RKUHP yang kedua adalah antisipasi dampak sosial masyarakat dari keberlakuan RKUHP dan yang ketiga Sisi praktis (daya laku) dari RKUHP yang dijalankan oleh penegak hukum dan pemerintah. Ini menjadi penting dan menjadi salah satu masukan kepada pemerintah," tegas Ryan.

Dalam dialog ini juga disampaikan tentang 14 isu krusial yang menjadi perhatian. 
Ketua BEM Yarsi Muhammad Jeedha Malik mengatakan, agenda dialog ini merupakan langkah yang sangat baik untuk menghadirkan keterbukaan partisipasi khususnya bagi ide dan pemikiran yang dimiliki kampus sebagai ruang bebas dalam berfikir. 

“Oleh karena itu BEM KM Universitas Yarsi akan melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai isu RUU KUHP dan kami berharap kajian yang kami berikan bisa menjadi bahan pertimbangan oleh tim penyusunan merancang RKUHP,” jelas 
Jeddha.

Di tempat terpisah, Dekan Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Puguh Aji mengatakan, perjalanan yang panjang dan berliku untuk penyusunan dan terciptanya RKUHP ini hingga dapat memasuki tahapan sosialisasi dan berharap ke depan segera diundangkan untuk dapat lebih meningkatkan pencapaian kepastian, kemanfaatan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Diketahui, sejarah pembaharuan hukum pidana itu sendiri tidak serta merta dimulai satu dua tahun ke belakang, melainkan sudah di mulai sejak tahun 1961, dan menghasilkan puluhan draft RKUHP. 

Banyak ahli dan tokoh perguruan tinggi yang terlibat dalam Tentu masih banyak yang harus diakomodir oleh tim perancang RKUHP dalam memenuhi kepentingan masyarakat indonesia serta menjawab isu krusial yang menjadi pembahasan masyarakat. Produk hukum yang ideal menjadi cita cita bersama karena pada dasarnya semua stakeholder akan terdampak dari pengesahan RKUHP. 

Ronald menjelaskan, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana di Indonesia sebagai pedoman pelaksanaan hukum pidana saat ini masih merupakan warisan peninggalan zaman penjajahan Belanda, yang sudah berusia kurang lebih 104 tahun. 

“Tentunya sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat indonesia saat ini,” jelas Ronald.

Dialog ini dilaksanakan 5 Perguruan Tinggi di Jakarta, yaitu: di Universitas Sahid, Universitas Yarsi, Universitas Bung Karno, STIH Gayus Lumbuun dan Universitas Marsekal Surya Dharma, dengan dihadiri oleh para pimpinan dan civitas akademika. 

(bs)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update